Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 16 Mei 2026 | Polres Bandara Soekarno-Hatta telah menangkap oknum petugas kargo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terkait kasus pencurian tas bermerek Lululemon. Korban, yang merupakan perusahaan ekspor, mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar.
Kasus tersebut bermula dari laporan Nomor LP/B/48/IV/2026/SPKT/Polresta Bandara Soekarno-Hatta/Polda Metro Jaya tertanggal 27 April 2026 terkait kasus tindak pidana pencurian dan/atau penadahan.
Ketiga tersangka berinisial R alias K, A, dan F. Mereka ditangkap di wilayah Karawaci, Kota Tangerang, pada Rabu (29/4) sekitar pukul 00.30 WIB. R, yang menjadi otak pelaku, bekerja sebagai tim operasional ekspor di Kargo Bandara Soekarno-Hatta.
Polisi menyebut korban yang merupakan perusahaan ekspor mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar. "Aksi pencurian itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun. Akibatnya, perusahaan ekspor PT Pungkook Indonesia One mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 1 miliar," ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana.
Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan CCTV di area RA BST serta Pergudangan Soewarna, polisi menemukan adanya 40 karton dari total 512 karton yang sengaja disisihkan saat proses pemeriksaan X-ray.
Tersangka F berperan mengondisikan agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk boks. R merupakan otak pelaku sekaligus eksekutor pencurian dari sindikat ini. Ia bekerja sebagai tim operasional ekspor di Kargo Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara A berperan membantu eksekusi pencurian dan F bertugas mengondisikan barang agar bisa disisihkan dari jalur pemeriksaan.
Kasus ini menunjukkan bahwa kejahatan dapat terjadi di mana saja, bahkan di tempat-tempat yang seharusnya aman seperti bandara. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan keamanan dan pengawasan untuk mencegah kejahatan serupa terjadi di masa depan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Bandara Soekarno-Hatta telah menjadi sorotan karena beberapa kasus kejahatan, termasuk pencurian dan penipuan. Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa bandara masih memiliki kelemahan dalam sistem keamanannya.
Oleh karena itu, pihak bandara dan otoritas keamanan perlu bekerja sama untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan di bandara. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah petugas keamanan, memasang kamera CCTV, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan di bandara.
Dengan demikian, dapat dicegah kejahatan serupa terjadi di masa depan dan membuat bandara menjadi tempat yang lebih aman bagi penumpang.
