Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Agustus 2026 | Kasus pembunuhan bos konter HP di Ambarawa, Jawa Tengah, kembali memicu perhatian publik. Candra Waskito, pemilik konter Royal Phone Ambarawa, ditemukan tewas di dalam mobil Honda Jazz miliknya di Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Polisi telah menangkap dua tersangka, yaitu DPP (20) dan TI (25), yang diduga terlibat dalam kasus perampokan dan pembunuhan.
Menurut keterangan polisi, kedua tersangka menggunakan palu untuk membunuh korban. DPP mengeluarkan palu dari tas dan memukul kepala korban sebanyak tiga kali, kemudian TI memukul sebanyak lima kali. Motif pembunuhan ini diduga karena faktor ekonomi, karena kedua tersangka ingin menguasai harta korban.
Candra Waskito dikenal sebagai sosok dermawan yang sering bersedekah kepada lansia dan anak-anak. Ia meninggal dunia di usia 25 tahun. Konter Royal Phone Ambarawa yang dimilikinya dikenal sebagai toko ponsel yang menawarkan harga relatif murah dengan pilihan produk yang lengkap.
Rumah orang tua DPP, salah satu tersangka, digeruduk warga setelah polisi menangkap kedua tersangka. Polisi melakukan pengamanan dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.
Di tempat terpisah, Ambarawa juga dikenal memiliki benteng tua yang menyimpan misteri kelam masa kolonial. Benteng Pendem Ambarawa atau Fort Willem I berfungsi sebagai pusat pertahanan, gudang peluru, dan barak Belanda. Kini, benteng ini menjadi cagar budaya dan wisata edukasi.
Kasus pembunuhan bos konter HP di Ambarawa ini masih dalam penyelidikan polisi. Polisi berjanji untuk mengungkap kronologi lengkap dan motif di balik perampokan yang menewaskan Candra Waskito.
