Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Mei 2026 | Indonesia saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pusat perawatan pesawat militer Amerika Serikat (AS). Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung operasional pesawat militer AS di kawasan Indo-Pasifik. Namun, perlu diingat bahwa bandara yang akan digunakan sebagai pusat perawatan tersebut harus memiliki pengaturan yang jelas agar tidak mengganggu fungsi pelayanan penerbangan sipil untuk masyarakat.
Menurut seorang eks jenderal tempur TNI, Bandara Kertajati yang berstatus bandara penerbangan sipil harus memiliki pengaturan yang jelas jika ingin menjadi pusat perawatan pesawat militer AS. Hal ini penting agar tidak mengganggu fungsi pelayanan penerbangan sipil untuk masyarakat Jawa Barat.
Di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Jepang, dan Filipina, kerja sama MRO dengan Amerika Serikat memang dilakukan untuk mendukung operasional pesawat militer AS di kawasan Indo-Pasifik. Namun, fasilitas tersebut umumnya ditempatkan di kawasan industri khusus atau fasilitas milik industri perawatan pesawat domestik.
Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan adanya manfaat nyata bagi industri pertahanan nasional, khususnya PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Prinsip utamanya adalah menjaga kedaulatan negara, memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas, serta memperkuat industri pertahanan dalam negeri.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo berencana untuk berkeliling Indonesia untuk membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam pemilu 2029. Namun, rencana ini dinilai tidak akan mudah menghasilkan dampak politik besar seperti saat Jokowi masih menjabat kepala negara.
Di lain pihak, Presiden Prabowo Subianto membantah kabar bahwa dirinya sakit demam sehingga batal mampir ke Malaysia. Prabowo seharusnya memang mampir ke Malaysia setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 di Kairo, Mesir.
Dalam kesimpulan, Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pusat perawatan pesawat militer AS, namun perlu pengaturan yang jelas agar tidak mengganggu fungsi pelayanan penerbangan sipil. Sementara itu, Presiden Joko Widodo berencana untuk berkeliling Indonesia untuk membantu PSI, dan Presiden Prabowo Subianto membantah kabar bahwa dirinya sakit demam.
