Harga Beras di Indonesia Mengalami Kenaikan, Pemerintah Salurkan Bantuan

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Agustus 2026 | Pemerintah Indonesia melaporkan bahwa harga beras di tingkat penggilingan dan eceran masih mengalami kenaikan pada Juli 2026. Kenaikan terjadi baik secara bulanan maupun tahunan, dengan beras kualitas premium di tingkat penggilingan mencatat lonjakan paling tinggi secara tahunan.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan bahwa rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Juli 2026 naik 0,94 persen secara bulanan dan meningkat 5,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga:

Menurut BPS, jika dirinci berdasarkan kualitasnya, beras premium di tingkat penggilingan mengalami kenaikan 0,44 persen secara bulanan dan melonjak 10,02 persen secara tahunan. Harga rata-rata beras di penggilingan kualitas premium sebesar Rp 14.880 per kilogram.

Sementara itu, pemerintah juga memastikan penyaluran bantuan pangan beras tahap II tahun 2026 akan dimulai pada 17 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total 30 kilogram beras yang merupakan akumulasi alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Perum Bulog menargetkan penyerapan beras lokal menembus 4 juta ton pada September 2026. Angka tersebut memberikan kepastian penyerapan bagi hasil produksi petani lokal. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa Bulog mendapat mandat untuk menyerap 4 juta ton sesuai Instruksi Presiden (Inpres) untuk masa panen 2026.

Ia meyakini target tersebut dapat dicapai dalam waktu dekat. Estimasi sudah kami hitung dengan Direktur Pengadaan. Pada akhir September, insyaAllah target 4 juta ton bisa kita capai.

Per 31 Juli 2026, jumlah serapan beras lokal Bulog telah mencapai 3,507 juta ton. Angka ini berkontribusi pada total Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai 5,25 juta ton.

Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi ketiga yang telah diperbarui pada 10 Juli 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan utama agar bantuan tepat sasaran.

Kesimpulan dari penyaluran bantuan beras dan kenaikan harga beras adalah pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi padi dan jagung untuk meningkatkan ketersediaan beras dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *