Harga BBM Pertamina Naik, Antrean Panjang di SPBU, Apa yang Terjadi?

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juni 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia telah mengalami kenaikan pada bulan Juni 2026. PT Pertamina (Persero) telah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi sejak Rabu, 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini berdampak pada masyarakat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan bermotor. Banyak warga yang beralih ke BBM subsidi Pertalite yang masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter. Namun, antrean panjang di SPBU telah menjadi fenomena yang umum terjadi.

Baca juga:

Di Kota Solo, Jawa Tengah, antrean panjang di SPBU telah menjadi keluhan warga. Arman, seorang petugas SPBU, mengatakan bahwa antrean Pertalite di SPBU Banyuanyar, Kota Solo, telah meningkat dua hingga tiga kali lipat sejak harga Pertamax naik. "Dulu ramainya pembelian Pertalite hanya di jam-jam kerja, kini antrean Pertalite tetap memanjang hingga malam," kata Arman.

Sementara itu, Edwin, seorang sopir kendaraan travel, mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM Solar untuk mobil travel yang dikemudikannya. "Sejak Pertamax harganya naik itu, antrian Pertalite di SPBU Ponorogo maupun di Kota Solo makin panjang. Tapi lebih susah di Ponorogo," kata Edwin.

Ekonom Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, menyatakan bahwa penurunan harga BBM nonsubsidi akan membantu perekonomian masyarakat. Ia menyarankan agar penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara bertahap mulai awal Juli 2026.

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengungkapkan bahwa harga asli BBM nonsubsidi jenis Pertamax sekitar Rp19.000-Rp20.000 per liter. Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax diprediksi turun pada 1 Juli 2026.

Warga Sukoharjo, Damar, mengeluhkan antrean panjang di SPBU. Ia biasanya mendengarkan lagu lewat earphone nirkabel untuk mengusir jenuh. "Paling main HP sih, sama dengerin musik, kalau enggak ya ngelamun," ungkapnya.

Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak dunia telah menunjukkan penurunan signifikan. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 68-70 dolar AS per barel. Kondisi ini menjadi dasar kuat untuk penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi telah berdampak pada masyarakat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan bermotor. Antrean panjang di SPBU telah menjadi fenomena yang umum terjadi. Namun, dengan penurunan harga minyak dunia, diharapkan harga BBM nonsubsidi akan turun pada 1 Juli 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *