Energi Mega Persada Siapkan Rights Issue 13,5 Miliar Lembar untuk Dukung Ekspansi Usaha

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 April 2026 | PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), anak perusahaan Grup Bakrie, mengumumkan rencana penambahan modal melalui Rights Issue (PMHMETD IV) sebesar 13,5 miliar lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham. Rencana tersebut akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 5 Juni 2026, pukul 14.00 WIB, bertempat di Bakrie Tower, Jakarta.

Menurut pernyataan manajemen, seluruh dana yang diperoleh dari Rights Issue akan dialokasikan untuk kebutuhan belanja modal dan modal kerja, baik di tingkat perusahaan induk maupun anak perusahaan. Pendanaan ini diharapkan dapat memperkuat skala operasional, memperluas portofolio bisnis, serta meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dalam jangka menengah.

Baca juga:

Hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) akan dilaksanakan setelah persetujuan RUPSLB dan pendaftaran pernyataan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan ketentuan POJK Pasal 8 ayat (3). Jangka waktu antara persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran tidak boleh melebihi 12 bulan.

Manajemen menegaskan bahwa setelah dikurangi seluruh biaya emisi, dana bersih hasil Rights Issue akan langsung disalurkan ke proyek‑proyek strategis, termasuk eksplorasi blok minyak dan gas di Sengkang serta pengembangan infrastruktur energi terbarukan. Selain Rights Issue, ENRG juga pernah menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar untuk membantu pembayaran utang anak usaha, menambah likuiditas perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar energi global.

Namun, Rights Issue tidak tanpa konsekuensi bagi pemegang saham yang tidak memanfaatkan haknya. Jika seluruh hak dilaksanakan oleh pemegang hak, pemegang saham yang memilih tidak berpartisipasi dapat mengalami dilusi kepemilikan hingga 33,88 %. Dilusi ini mencerminkan peningkatan jumlah saham beredar yang dapat mengurangi persentase kepemilikan relatif masing‑masing investor.

Berikut rangkuman utama rencana Rights Issue ENRG:

  • Jumlah saham yang akan diterbitkan: maksimal 13,5 miliar lembar seri B.
  • Nilai nominal per saham: Rp100.
  • RUPSLB: 5 Juni 2026, Bakrie Tower, Jakarta.
  • Tujuan penggunaan dana: belanja modal, modal kerja, ekspansi usaha, dan pengembangan portofolio energi.
  • Potensi dilusi bagi pemegang saham non‑partisipan: hingga 33,88 %.

Strategi pendanaan ini sejalan dengan upaya Grup Bakrie untuk memperkuat posisi di sektor energi, khususnya dalam menghadapi dinamika harga komoditas dan transisi energi global. Dengan menambah modal melalui Rights Issue, ENRG berpotensi meningkatkan daya saingnya di sektor migas serta mengakselerasi proyek‑proyek energi terbarukan yang tengah dikembangkan.

Para analis pasar menilai bahwa langkah ini dapat memberikan sinyal positif bagi investor, terutama jika dana yang terkumpul dapat diimplementasikan secara efektif. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan Rights Issue sangat tergantung pada partisipasi pemegang saham dan kondisi pasar modal pada saat penawaran.

Dalam konteks regulasi, OJK akan memantau pelaksanaan Rights Issue untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan pasar modal, termasuk transparansi informasi dan perlindungan hak investor.

Dengan agenda RUPSLB yang akan datang, para pemegang saham ENRG diharapkan memberikan keputusan yang mendukung rencana ekspansi perusahaan, sambil mempertimbangkan implikasi dilusi yang mungkin terjadi. Keputusan ini akan menjadi penentu arah pertumbuhan Energi Mega Persada di tahun‑tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *