Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Komisi Aparatur Penyidik (KAPOLRI) Sulawesi Tengah mengumumkan empat Pati Polri yang resmi menjadi bagian dari bursa calon Kapolda Sulteng. Keputusan ini menandai tahap awal proses seleksi kepemimpinan tertinggi kepolisian provinsi, yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Keempat pejabat tinggi tersebut memiliki latar belakang karier yang beragam, namun semuanya telah menunjukkan rekam jejak prestasi dalam penegakan hukum, manajemen krisis, serta pengembangan sumber daya manusia. Pengalaman mereka di bidang operasional, intelijen, dan administrasi dipandang strategis untuk mengatasi tantangan keamanan di wilayah yang memiliki karakter geografis dan sosial ekonomi unik.
Berikut ini profil singkat masing-masing kandidat:
- Irjen Djuhandhani Rahardjo – Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Intelijen Polda Sulsel, Irjen Djuhandjo meraih penghargaan IKPA Terbaik atas kontribusinya dalam pemberantasan jaringan narkotika lintas provinsi. Ia dikenal dengan pendekatan berbasis intelijen yang integratif, serta kemampuannya membangun jaringan kerja sama antar lembaga.
- Irjen Arif Hidayat – Mengisi posisi Komandan Resor Polda Sulteng di wilayah Tolitoli selama lima tahun, Irjen Arif berhasil menurunkan angka kriminalitas daerah tersebut sebesar 23 persen melalui program komunitas aman dan patroli terpadu. Pengalaman operasionalnya mencakup penanganan konflik agraria dan bencana alam.
- Irjen Budi Santoso – Sebagai Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Polri, Irjen Budi memimpin program modernisasi pelatihan polisi yang melibatkan teknologi simulasi dan e-learning. Ia juga menginisiasi program kesejahteraan keluarga polisi yang meningkatkan retensi personel.
- Irjen Yudi Pratama – Berpengalaman di bidang penanggulangan terorisme, Irjen Yudi pernah memimpin tim anti-teror di Polda Jawa Barat dan berhasil menggagalkan beberapa jaringan radikal. Keahliannya dalam intelijen strategis dan koordinasi lintas sektoral menjadi nilai tambah bagi provinsi dengan potensi ancaman terorisme lintas wilayah.
Ketiga Pati lainnya selain Irjen Djuhandhani Rahardjo diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam kebijakan keamanan, terutama dalam hal penguatan koordinasi antara Polri, TNI, dan lembaga pemerintahan daerah. Mereka juga diharapkan mampu memperkuat program pencegahan kejahatan melalui pendekatan berbasis komunitas, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.
Proses seleksi selanjutnya melibatkan tahapan wawancara, penilaian kompetensi, serta verifikasi integritas. Tim seleksi terdiri dari pejabat senior Polri, perwakilan pemerintah provinsi, serta unsur masyarakat sipil yang dipilih secara representatif. Penetapan Kapolda Sulteng yang baru diperkirakan akan diumumkan pada akhir tahun ini, setelah seluruh tahapan selesai dan rekomendasi final disetujui oleh Menhub Polri.
Pengangkatan Kapolda baru diharapkan dapat mempercepat implementasi program-program prioritas, seperti peningkatan kemampuan respons cepat terhadap bencana, penanggulangan perdagangan manusia, serta pengembangan jaringan keamanan siber. Dengan latar belakang keempat calon yang kuat, harapan publik terhadap peningkatan kualitas layanan kepolisian di Sulawesi Tengah semakin besar.
Komunitas keamanan dan masyarakat luas menantikan proses seleksi yang transparan dan akuntabel, sekaligus mengharapkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan keamanan yang terus berkembang di era digital ini.
