Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Agustus 2026 | Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh sebesar 5,29% secara year-on-year (yoy), dengan konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 2,67% dengan distribusi yang mencapai 53,32%.
Momentum libur hari raya dan hari besar keagamaan telah menjadi pemicu lonjakan konsumsi rumah tangga di kuartal II 2026. Pertumbuhan konsumsi dari sektor restoran dan hotel meningkat sebesar 6,47%, ditambah pertumbuhan sektor transportasi dan komunikasi yang baik sebesar 5,71%.
Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal II 2026 mencapai Rp 6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat Rp 3.576,2 triliun. Sehingga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 dibandingkan dengan triwulan II 2025 atau secara year on year (yoy) tumbuh sebesar 5,29%.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tumbuh 3,73% dibandingkan triwulan I 2026 (quarter to quarter/qoq). Dengan demikian, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi sepanjang semester I 2026 mencapai 5,45%.
Investasi naik 7,14%, sektor hilirisasi tembus Rp 152,7 triliun. Aktivitas ekonomi digital juga terus menguat, dengan transaksi melalui e-retail dan marketplace tumbuh 35,13% secara tahunan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendorong perguruan tinggi memperkuat kontribusi melalui kajian berbasis riset yang dapat memperkaya rekomendasi kebijakan pada berbagai isu strategis nasional.
Kajian yang dilakukan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) memuat sembilan policy brief yang membahas berbagai isu strategis, meliputi hilirisasi, transisi energi, transformasi dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan ekosistem halal, kewirausahaan UMKM dalam hilirisasi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pembiayaan sosial nasional, serta mitigasi bencana.
Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif, dengan konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama. Investasi dan aktivitas ekonomi digital juga terus menguat, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29%.
