Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juli 2026 | Dunia saat ini telah memasuki era multipolar, di mana beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa memiliki pengaruh signifikan dalam kancah internasional. Perubahan ini membawa dampak yang signifikan bagi Indonesia, sebuah negara dengan ekonomi yang terus berkembang dan strategis dalam kawasan Asia Tenggara.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak parlemen negara-negara ASEAN untuk memperkuat solidaritas kawasan di tengah meningkatnya tantangan geopolitik global. Puan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN di tengah krisis legitimasi sistem multilateral dan meningkatnya kecenderungan unilateral.
Di sisi lain, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) telah menggelar stock split dengan rasio 1:25, yang berarti nilai nominal saham baru menjadi Rp4 per saham. Perdagangan saham dengan nilai nominal baru telah dimulai sejak 21 Juli 2026. Saham MLPT melonjak 25% menjadi Rp1.300 per saham pada hari pertama perdagangan dengan nilai nominal baru.
Menurut Founder and Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal, Indonesia memiliki modal geopolitik yang kuat untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu penggerak utama di kawasan. Namun, Indonesia tetap membutuhkan langkah-langkah konkret untuk memenangkan kepercayaan pasar dunia.
Head of Investment & Insurance Products Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Djoko Sulistyo, menyarankan investor untuk melihat peluang secara lebih luas dengan mempertimbangkan kekuatan fundamental setiap kawasan. Asia, termasuk Indonesia, memperoleh manfaat dari pergeseran rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi regional.
Dalam kesimpulan, dunia multipolar membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai negara dengan ekonomi yang terus berkembang. Namun, Indonesia tetap harus memperhatikan tantangan yang ada dan mengambil langkah-langkah konkret untuk memenangkan kepercayaan pasar dunia.
