Duka Mendalam Mengiringi Kepulangan Jemaah Haji Kota Malang

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Juni 2026 | Kabar duka menyertai kepulangan ribuan jemaah haji asal Kota Malang. Dua dari ribuan jemaah yang kembali meninggal saat perjalanan pulang menuju Malang. Kedua jemaah yang berpulang tersebut diketahui bernama Heri dan Wayan Rohan.

Dengan adanya kejadian ini, total jemaah haji asal Kota Malang yang wafat sepanjang pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 bertambah menjadi empat orang. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Malang Achmad Sholeh membenarkan peristiwa memilukan tersebut.

Baca juga:

Berdasarkan laporan yang diterimanya, salah satu jemaah meninggal dunia saat masih berada di dalam pesawat, sedangkan satu jemaah lainnya wafat dalam perjalanan dari bandara menuju asrama haji embarkasi Surabaya. Pemerintah Kota Malang hingga kini masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai mekanisme pemulangan kedua jenazah ke rumah duka.

Sholeh menambahkan bahwa detail mengenai proses tersebut nantinya akan disampaikan secara resmi oleh Kementerian Haji dan Umroh. Sementara kesaksian mengenai detik-detik sebelum salah satu jemaah wafat diungkapkan oleh Mohammad Ismail.

Ismail mengaku baru mengetahui kabar duka mengenai rekannya yang bernama Heri saat dirinya dan rombongan lain sedang berada di dalam bus menuju asrama haji embarkasi Surabaya. Menurut informasi yang dihimpun dari sesama jemaah, Heri diduga sudah mengalami penurunan kondisi kesehatan sejak masih berada di Tanah Suci.

Kondisi fisiknya diduga semakin menurun akibat kelelahan selama penerbangan panjang menuju tanah air. Ismail menceritakan, insiden tersebut bermula ketika Heri berpamitan untuk pergi ke toilet pesawat namun tidak kunjung kembali ke kursinya setelah sekian lama.

Merasa khawatir, sang istri kemudian menyusul dan mendapati suaminya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Hingga Kamis, gelombang kepulangan jemaah haji Kota Malang mencatat sebanyak 1.198 jemaah telah tiba kembali dengan selamat di kampung halaman.

Di antara ribuan jemaah yang kembali, sosok Haidar Fattah Rizqy Santoso menarik perhatian. Remaja berusia 16 tahun ini tercatat sebagai jamaah Haji termuda dari Kota Malang untuk musim keberangkatan 2026.

Haidar terbang ke Baitullah mendampingi ibunya, May Syaroh Buchori guna menggantikan porsi sang ayah, almarhum Dwi Santoso, yang wafat pada 2025 lalu. Bagi Haidar, perjalanan spiritual ini memberikan banyak pelajaran hidup yang mendalam, terutama saat menjalani fase krusial di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Prosesi kedatangan para jemaah haji ini diawali kloter 4 pada Selasa (2/6) lalu diakhiri dengan tibanya empat kloter pamungkas Kamis (4/6/2026). Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Ari Yulianto, merinci jadwal kedatangan para tamu Allah itu.

Pada kloter 4, ada 13 jamaah yang mendarat lebih awal pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00. Menyusul kemudian kloter 10 yang membawa 43 jamaah pada Rabu (3/6/2026) siang sekitar pukul 10.25 WIB.

Sementara itu, puncak kedatangan terjadi pada Kamis (4/6/2026). Lapangan Ki Angmor tampak dipadati oleh keluarga penjemput seiring tibanya kloter 11 dengan 375 jamaah, kloter 12 dengan 374 jamaah, kloter 14 dengan 17 jamaah, serta sisa rombongan kloter 14 lainnya sebanyak 2 jamaah.

Rombongan ini tiba bertahap mulai pukul 12.30 WIB, sementara untuk kloter 13 dan 14 tiba sekitar pukul 17.00 WIB. Total ada 1.198 jemaah haji asal Kota Malang yang kembali dari Tanah Suci.

Ada sedikit pergeseran jadwal untuk salah satu rombongan besar akibat kendala penerbangan. Ari Yulianto menjelaskan bahwa khusus untuk kloter 13 yang berisi 374 jamaah, mereka mengalami keterlambatan dari jadwal semula.

Begitu menginjakkan kaki di lapangan Ki Angmor, para jemaah langsung diarahkan untuk mengambil logistik mereka. Ari menambahkan bahwa kebijakan operasional haji tahun 2026 memang mengedepankan efisiensi waktu demi kenyamanan jemaah yang sudah kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.

Mengenai kondisi kesehatan, Ari bersyukur karena mayoritas jamaah kembali dalam keadaan sehat walafiat. Kendati demikian, ada dua jemaah haji asal Kota Malang yang berpulang saat berada di Tanah Suci.

Kedua jemaah itu atas nama Fajar Puja Sasmita dan Fatkhurohman dilaporkan meninggal di Makkah karena sakit. Kini jenazah keduanya telah dimakamkan di sana.

Di antara ribuan jemaah yang kembali, sosok Haidar Fattah Rizqy Santoso menarik perhatian. Remaja berusia 16 tahun ini tercatat sebagai jamaah Haji termuda dari Kota Malang untuk musim keberangkatan 2026.

Haidar terbang ke Baitullah mendampingi ibunya, May Syaroh Buchori guna menggantikan porsi sang ayah, almarhum Dwi Santoso, yang wafat pada 2025 lalu. Bagi Haidar, perjalanan spiritual ini memberikan banyak pelajaran hidup yang mendalam, terutama saat menjalani fase krusial di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu juga telah dimulai. Sebanyak 12 jemaah haji asal daerah itu tergabung dalam tiga kloter berbeda dengan jadwal kepulangan yang berbeda pula.

Jadwal kepulangan jemaah haji Kabupaten Rejang Lebong dimulai pada 5 Juni 2026. Satu orang jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 2 Embarkasi Padang dijadwalkan tiba di Asrama Haji Kota Bengkulu pada Jumat (5/6) pagi.

Selanjutnya, tujuh jemaah yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Padang dijadwalkan tiba di Asrama Haji Bengkulu pada Selasa (9/6). Sementara itu, empat jemaah yang tergabung dalam kloter 14 dijadwalkan tiba pada 20 Juni 2026.

Kondisi jemaah haji Kabupaten Rejang Lebong yang akan pulang ke tanah air dalam keadaan sehat. Saat ini, mereka sedang mempersiapkan diri mengikuti tahapan pemulangan menuju Indonesia.

Garuda Indonesia juga mengungkapkan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 mengalami penyesuaian jadwal. Hal ini disebabkan oleh kepadatan aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah mengatakan bahwa penyesuaian jadwal pada sejumlah penerbangan terjadi seiring adanya kepadatan aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz yang berdampak pada proses keberangkatan beberapa penerbangan selama periode pemulangan jemaah haji.

Garuda Indonesia bersama otoritas bandara setempat terus melakukan koordinasi dan langkah mitigasi operasional guna memastikan proses pemulangan jemaah haji dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai standar layanan yang ditetapkan.

Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para jemaah, serta turut menyampaikan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama seluruh jemaah atas penyesuaian jadwal yang terjadi.

Kesimpulan, kepulangan jemaah haji asal Kota Malang dan Kabupaten Rejang Lebong telah dimulai. Namun, duka mendalam menyertai kepulangan mereka karena beberapa jemaah haji meninggal dunia selama perjalanan pulang. Proses pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 juga mengalami penyesuaian jadwal akibat kepadatan aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *