Dollar AS Menguat, Rupiah dan Mata Uang Lain di Asia Melemah

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Juni 2026 | Rupiah Indonesia terus melemah hingga menembus angka Rp 18.000 per dollar AS. Pelemahan rupiah ini disebabkan oleh meningkatnya biaya energi akibat konflik di Timur Tengah dan menyempitnya surplus perdagangan Indonesia. Menurut Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, nilai tukar Rp 18.000 merupakan ambang batas psikologis bagi para pelaku pasar.

Pelemahan rupiah ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dollar yang disebabkan oleh lonjakan harga minyak. Indonesia merupakan negara pengimpor minyak bersih dan sangat terpengaruh oleh kenaikan harga minyak mentah. Surplus perdagangan Indonesia telah anjlok, menyusut menjadi hanya 89 juta dollar AS pada bulan April dari 3,3 miliar dollar AS sebulan sebelumnya.

Baca juga:

Media internasional seperti France 24, Bloomberg, dan CNBC juga menyoroti pelemahan rupiah ini. Mereka menyebut bahwa rupiah telah mencapai level terlemahnya terhadap dollar AS dan bahwa ini merupakan ambang batas psikologis bagi para pelaku pasar.

Rupiah tidak hanya melemah terhadap dollar AS, tetapi juga terhadap mata uang lain di Asia. Ini menunjukkan bahwa pelemahan rupiah bukan hanya disebabkan oleh faktor internal, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti perubahan kondisi ekonomi global.

Dalam beberapa hari terakhir, rupiah terus melemah dan mencapai level terlemahnya terhadap dollar AS. Ini menunjukkan bahwa rupiah masih sangat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi global dan bahwa pelemahan rupiah masih berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *