Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini, Senin (20/7/2026). IHSG naik 21,95 poin atau 0,36 persen ke level 6.197,48. Penguatan indeks didorong oleh dominasi saham yang mencatatkan kenaikan harga.
Empat saham yang melesat lebih dari 15 persen adalah PRAY naik 21,17 persen, CTTH naik 20,8 persen, OMRE naik 18,52 persen, dan BATR naik 17,05 persen. Sementara itu, saham yang paling banyak dilepas asing adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 229,11 miliar, diikuti oleh PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 69,86 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 53,43 miliar.
Pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh berbagai sentimen global, mulai dari perkembangan sektor teknologi, konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga sejumlah agenda ekonomi penting dari dalam dan luar negeri. Dari pasar global, bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026) karena tekanan pada saham-saham sektor semikonduktor.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mempengaruhi pergerakan IHSG. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak dunia melonjak lebih dari 4 persen pada akhir pekan lalu. Konflik dilaporkan semakin meluas setelah Iran melakukan serangan ke Kuwait, Suriah, dan Bahrain.
Di tengah proyeksi tersebut, BNI Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 6.050-6.100, sedangkan resistance berada pada area 6.200-6.300. BNI Sekuritas juga merekomendasikan enam saham yang dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar, yaitu PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Kesimpulan, IHSG mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini, didorong oleh dominasi saham yang mencatatkan kenaikan harga. Namun, pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh berbagai sentimen global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan pasar dengan cermat.
