Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Juni 2026 | Demonstrasi di Cikini dan Bundaran HI: Reaksi Atas Kenaikan Harga Pertamax. Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green menjadi Rp 16.250 per liter dan Rp 17.000 per liter memicu protes dari masyarakat. Demonstrasi di Cikini dan Bundaran HI merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas keputusan pemerintah.
Menurut Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), demonstrasi tersebut merupakan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat. Kemenko Polkam menghormati hak warga negara dan mendorong upaya-upaya untuk menjamin kegiatan demonstrasi berjalan dengan aman dan tertib.
Sementara itu, pemerintah diminta untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga Pertamax terhadap perekonomian dan kondisi sosial masyarakat. Kenaikan harga Pertamax dapat memicu gejolak ekonomi dan sosial, sehingga pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi, memperkuat perlindungan sosial, dan menjaga stabilitas pasokan barang.
Demonstrasi di Bundaran HI dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dengan tuntutan untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah. Demonstrasi tersebut berlangsung tanpa insiden dan diawasi oleh petugas keamanan.
Dalam menghadapi demonstrasi, pemerintah dan DPR perlu memahami kekecewaan masyarakat dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak kenaikan harga Pertamax. Pemerintah perlu memperkuat komunikasi kebijakan, menjaga ketersediaan pasokan energi, dan memperluas program perlindungan sosial untuk mengurangi dampak kenaikan harga Pertamax terhadap masyarakat.
Kesimpulan, demonstrasi di Cikini dan Bundaran HI merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas kenaikan harga Pertamax. Pemerintah dan DPR perlu memahami kekecewaan masyarakat dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak kenaikan harga Pertamax terhadap perekonomian dan kondisi sosial masyarakat.
