Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 16 Agustus 2026 | Indonesia memiliki potensi cadangan emas yang besar, dengan produksi emas mencapai 100 ton per tahun. Namun, cadangan emas moneter yang dipegang oleh Bank Indonesia masih relatif kecil, yaitu sekitar 87,1 ton. Pemerintah berencana untuk memperkuat ekosistem emas nasional dengan mengoptimalkan potensi cadangan emas tambang sebesar 3.600 ton.
Presiden Prabowo Subianto telah membangun Bank Emas Indonesia yang beroperasi melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank Emas ini telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp 360 triliun atau setara US$ 20 miliar. Pemerintah berharap bahwa pengelolaan emas di dalam negeri dapat memperkuat tabungan dan pembiayaan nasional.
Di sisi lain, perang Iran telah berdampak pada perekonomian global, termasuk Indonesia. Blokade Selat Hormuz telah menyebabkan keterlambatan pembayaran gaji pegawai negeri di Irak. Pemerintah Irak mengalami kekurangan dana karena tidak dapat mengekspor minyak dalam jumlah yang cukup melalui Selat Hormuz.
Keberadaan Bank Emas Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem emas nasional dan mendukung perekonomian Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan untuk menghadapi dampak perang Iran dan memperkuat posisi ekonomi di kancah internasional.
Kesimpulan, cadangan emas Indonesia masih relatif kecil dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun, dengan keberadaan Bank Emas Indonesia dan upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem emas nasional, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia untuk menghadapi dampak perang Iran dan memperkuat posisi ekonomi di kancah internasional.
