Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Agustus 2026 | Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, baru-baru ini bertemu dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas perkembangan investasi di sejumlah sektor, termasuk pertambangan, hilirisasi, agribisnis, energi, dan logistik.
Haji Isam merupakan pemilik Jhonlin Group, yang bergerak di berbagai sektor usaha, seperti pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, biodiesel, logistik, pelayaran, dan transportasi udara. Ia lahir di Batulicin, Kalimantan Selatan, pada 1 Januari 1977.
Menurut Sekretariat Kabinet, Haji Isam merupakan pelaku usaha yang memiliki pengalaman di berbagai sektor tersebut. Pemerintah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif, serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta membuka lapangan kerja.
Di samping itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga mengklarifikasi polemik terkait penempelan logo instansi pada kapal pesiar milik Haji Isam. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan bahwa kapal pesiar tersebut digunakan untuk mendukung operasional dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan nasional di berbagai wilayah Indonesia.
RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara juga menerapkan pendaftaran pasien JKN melalui Mobile JKN dengan kuota sesuai kapasitas tiap poliklinik. Pasien yang datang tanpa mendaftar sebelumnya tidak dapat langsung masuk ke layanan tersebut.
Kesimpulan dari pertemuan Haji Isam dengan Seskab Teddy adalah bahwa pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerja sama untuk memperkuat ekonomi nasional. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri dan membuka lapangan kerja.
