Kemenangan 2-0 Sassuolo vs AC Milan: Cedera Jay Idzes dan Kekhawatiran Fabio Grosso Menghantam Musim Rossoneri

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | Pertandingan Serie A pekan ke-35 yang digelar pada 3 Mei 2026 di Stadion Mapei berakhir dengan kemenangan tipis 2-0 bagi Sassuolo atas AC Milan. Kedua gol dicetak oleh Jay Idzes, yang kemudian harus keluar lapangan karena cedera pada menit ke-68. Kekalahan ini menambah tekanan pada tim Massimiliano Allegri, yang kini berada di zona berbahaya klasemen dan berjuang keras untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Penampilan impresif Sassuolo tidak lepas dari peran Jay Idzes, yang meski cedera berhasil menambah angka pada papan skor. Namun, cedera pada kaki kanan membuatnya harus diganti oleh pemain cadangan pada babak kedua. Tim pelatih Stefano Pioli mencatat bahwa Idzes mengalami ketegangan otot serius, sehingga diperkirakan akan absen selama dua hingga tiga minggu ke depan, menambah beban pada skuad yang sudah mengalami krisis penyerangan.

Baca juga:

Di sisi lain, AC Milan semakin menunjukkan tanda-tanda kebobolan kreativitas. Hingga pekan ke-35, Rossoneri hanya mencatat 48 gol dalam 35 pertandingan, angka terendah dalam satu dekade terakhir. Lini depan yang dipimpin oleh Rafael Leão, Christian Pulisic, dan Niclas Füllkrug belum mampu mengubah statistik negatif. Leão belum mencetak gol sejak 1 Maret, sementara Pulisic telah mengalami paceklik selama 126 hari. Statistik ini menegaskan catatan terburuk Milan dalam sepuluh tahun terakhir, setelah sebelumnya mencetak 57 gol pada 2016-17 dan 56 gol pada 2017-18.

Fabio Grosso, yang kini menjabat sebagai konsultan taktis Milan, mengungkapkan kekhawatirannya setelah kekalahan tersebut. “Kami kehilangan momentum dan kepercayaan diri. Cedera Idzes menambah beban, dan kami harus mencari solusi cepat untuk mengembalikan efektivitas serangan,” ujar Grosso dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa pelatih Allegri perlu mengubah taktik ofensif serta memberikan peluang lebih bagi pemain muda untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain senior yang sedang dalam masa pemulihan.

Dengan hanya selisih lima poin dari tim peringkat enam, Como, dan tiga poin dari Roma yang berada di posisi lima, AC Milan berada di tengah persaingan ketat untuk posisi Liga Champions. Masih ada tiga pertandingan tersisa di kalender Serie A, sehingga setiap poin menjadi krusial. Jika Milan gagal memanfaatkan peluang dalam sisa laga, mereka berisiko jatuh ke zona Europa League atau bahkan lebih rendah.

Rekor gol terburuk dalam satu dekade terakhir menambah beban psikologis pada skuad. Berikut adalah data gol AC Milan dalam lima musim terakhir:

Tahun Gol
2021-2022 64
2022-2023 59
2023-2024 53
2024-2025 51
2025-2026 48

Jika AC Milan ingin mengakhiri musim dengan catatan yang lebih baik, mereka harus segera menemukan solusi bagi lini serang yang stagnan. Pemain seperti Niclas Füllkrug, yang terakhir mencetak gol pada Januari 2026, perlu kembali menemukan kebugaran dan kepercayaan diri. Sementara itu, peluang bagi pemain muda seperti Andrea Pinamonti untuk bersinar semakin terbuka.

Kesimpulannya, kemenangan Sassuolo dalam laga Sassuolo vs AC Milan menandai titik balik yang pahit bagi Rossoneri. Cedera Jay Idzes menambah daftar masalah yang harus diatasi, sementara Fabio Grosso mengingatkan akan pentingnya perubahan taktik dan mentalitas. Dengan sisa tiga pertandingan, Milan harus berjuang keras untuk mengembalikan produktivitas golnya dan mengamankan tempat di Liga Champions musim depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *