Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | Inter Milan mengukuhkan gelar Serie A 2025/26 setelah kemenangan 2-0 atas Parma di San Siro pada 4 Mei 2026. Kemenangan ini mengamankan poin tak terbantahkan, menempatkan klub 12 poin di atas Napoli dengan tiga pertandingan tersisa.
Detail pertandingan menunjukkan Marcus Thuram membuka skor pada menit ke-44 dengan tembakan miring yang melewati penjaga gawang Zion Suzuki. Pada menit ke-80, Henrikh Mkhitaryan menambah gol kedua setelah menerima umpan sempurna dari Lautaro Martínez, yang kembali dari cedera dan berperan sebagai pencipta gol utama.
Penampilan Lautaro, yang mencetak 16 assist selama musim ini dan menjadi pencetak gol terbanyak Serie A, menegaskan peran pentingnya. Inter berhasil menyelesaikan musim dengan hanya satu kekalahan, menandai peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Pelatih Cristian Chivu, yang baru menjabat sejak musim panas, meraih trofi pertamanya bersama klub. Keberhasilan ini datang meski Inter tersingkir di babak play‑off Liga Champions oleh Bodø/Glimt, menambah rasa pahit yang kini sedikit terobati.
Kemenangan ini menjadi gelar ke‑21 Inter, menempatkan mereka di urutan kedua dalam catatan Serie A, hanya di belakang Juventus dengan 36 gelar. Namun yang paling emosional adalah gelar pertama yang dirayakan di San Siro sejak 1989, hampir empat dekade lamanya.
Setelah peluit akhir, San Siro meletus dengan kembang api, musik, dan ribuan suporter yang menari dalam pesta yang berlangsung hingga larut malam. Pemain dan staf klub bergabung dalam parade lapangan, menandai momen bersejarah bagi generasi baru Inter.
- 21 gelar Serie A dalam sejarah klub
- Selisih 12 poin dari Napoli pada akhir musim
- Kemenangan 2-0 atas Parma di pertandingan penentu
- Hanya satu kekalahan dalam 38 pertandingan
- Total 85 poin, rata‑rata 2,24 poin per laga
- Rata‑rata gol per pertandingan: 2,3
Dampak ke depan, Inter kini fokus pada persiapan Liga Champions 2026/27, berusaha menebus kegagalan sebelumnya. Pasar transfer musim panas menjadi sorotan, dengan harapan memperkuat lini serang dan pertahanan demi mempertahankan dominasi di Italia.
Inter Milan kembali ke puncak sepak bola Italia, menggabungkan pengalaman pemain senior seperti Mkhitaryan dengan energi muda Lautaro, serta taktik cerdas Chivu. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi, tetapi juga menghidupkan kembali semangat San Siro bagi para pendukung setia.
