Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Mei 2026 | Pekanbaru, Riau – Sebuah rekaman CCTV yang bocor ke media sosial mengungkap detail mengerikan dari perampokan sadis Pekanbaru yang mengakibatkan tewasnya seorang lansia berusia 60 tahun. Kejadian berlangsung pada malam hari, tepatnya sekitar pukul 22.30 WIB, di sebuah rumah tinggal sederhana di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Rumbai.
Menurut saksi mata, sekelompok tiga orang pria bersenjata tajam memasuki rumah korban melalui pintu belakang yang tidak terkunci. Mereka menodongkan pistol kepada korban, seorang ibu berusia enam puluh tahun yang sedang menonton televisi bersama cucunya. Dalam keadaan panik, korban berusaha melarikan diri tetapi tewas ditembak pada bagian dada. Pelaku kemudian merampas perhiasan, uang tunai, dan sejumlah barang elektronik sebelum melarikan diri ke arah gang kecil di sebelah rumah.
Rekaman CCTV menampilkan gerakan cepat para pelaku, lengkap dengan pakaian serba hitam dan helm yang menutupi identitas mereka. Salah satu kamera yang terpasang di depan rumah menangkap momen ketika pelaku menembakkan pistol, menimbulkan suara tembakan yang terdengar jelas. Video tersebut menjadi bukti penting bagi kepolisian yang segera melakukan penyelidikan.
Polisi Resor Riau (Polres) segera mengamankan lokasi kejadian, mengumpulkan barang bukti, dan melakukan pemeriksaan terhadap tetangga serta saksi. Dalam pernyataannya, Kapolres Riau, Kombes Pol. Irwan Mahmud, menegaskan bahwa tim forensik sedang menganalisis jejak peluru dan sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian. “Kami tidak akan berhenti sampai para pelaku tertangkap,” ujarnya.
Selain itu, Polres juga mengaktifkan jaringan CCTV kota untuk melacak pergerakan kendaraan yang mencurigakan pada malam kejadian. Pihak berwajib berharap dapat menemukan rekaman tambahan yang memperlihatkan rute pelarian atau identitas kendaraan yang digunakan.
- Waktu kejadian: 22.30 WIB, 2 Mei 2024
- Lokasi: Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Rumbai, Pekanbaru
- Korban: Lansia perempuan, 60 tahun
- Jumlah pelaku: 3 orang (diduga bersenjata
- Barang yang dicuri: perhiasan, uang tunai, elektronik
Masyarakat setempat mengungkapkan rasa takut dan kekecewaan atas kejadian ini. Banyak warga yang melaporkan peningkatan aktivitas kriminal di beberapa wilayah kota dalam beberapa minggu terakhir. Kelompok RT setempat mengadakan rapat darurat dan menuntut peningkatan patroli polisi serta pemasangan lebih banyak kamera pengawas.
Pak Ahmad, ketua RT 03, menyatakan, “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Pemerintah kota harus memperkuat keamanan, terutama di area pemukiman yang rawan.”
Data kepolisian menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2024, kasus perampokan bersenjata di Pekanbaru meningkat sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini memicu diskusi di antara para ahli keamanan tentang perlunya strategi baru, termasuk penggunaan teknologi pengenalan wajah dan kolaborasi dengan komunitas lokal.
Sementara penyelidikan masih berlangsung, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan gambar atau video rekaman secara sembarangan demi menjaga integritas penyidikan. Semua informasi yang dapat membantu identifikasi pelaku diharapkan dapat dilaporkan melalui hotline 110 atau aplikasi Pengaduan Masyarakat.
Kasus perampokan sadis Pekanbaru ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keamanan rumah dan peran aktif warga dalam melaporkan aktivitas mencurigakan. Diharapkan dengan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas, kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.
