Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Mei 2026 | Liverpool harus menelan kekalahan 3-2 dari rival sekutu Premier League, Manchester United, pada laga yang berlangsung di Old Trafford pada Minggu sore. Kegagalan itu tidak hanya menurunkan peluang klub untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan, tetapi juga menimbulkan sorotan tajam terhadap performa sayap kanan asal Belanda, Jeremie Frimpong.
Gugurnya Liverpool dimulai sejak menit dua belas ketika Matheus Cunha mencetak gol pertama lewat tendangan yang memantul setelah menabrak pemain lawan. Benjamin Sesko kemudian menambah keunggulan United menjadi dua gol setelah pemeriksaan VAR yang memakan waktu lama. Liverpool berhasil menyamakan kedudukan melalui gol dominik Szoboszlai pada menit ketiga puluh delapan, diikuti assist cemerlang kepada Cody Gakpo yang mengubah skor menjadi 2-2. Namun, Kobbie Mainoo mengunci kemenangan United pada menit akhir pertama babak kedua, membuat Liverpool kembali terpuruk.
Setelah pertandingan, Express Sport memberikan penilaian pemain yang sebagian besar berada di zona rendah. Jeremie Frimpong memperoleh nilai 5, menandakan penampilannya dianggap tidak efektif, terutama ketika melangkah maju sebagai penyerang sayap. Analisis tersebut menyebutkan bahwa Slot tampak ragu menempatkan Frimpong di posisi bek kanan, sehingga ia kesulitan menyesuaikan diri di lini serang dan menjadi beban bagi tim.
Berbagai media Inggris, termasuk laporan yang mengutip pernyataan Arne Slot, menyoroti ketidaktegasan manajer Belanda tersebut dalam memanfaatkan potensi Frimpong. Slot dikabarkan menilai pemainnya “tidak konsisten” dan “terlalu sering kehilangan posisi” saat menyerang. Kritik tersebut memunculkan pertanyaan tentang keputusan taktik Slot, mengingat Frimpong sebelumnya dikenal sebagai pemain defensif yang agresif dan penyerang yang cepat sejak bergabung dari Nottingham Forest pada Januari 2024.
Statistik musim ini menunjukkan Frimpong telah mencatat lima assist dan dua gol dalam 18 penampilan liga, namun tingkat keberhasilan duel satu lawan satu menurun menjadi 38 persen. Performa defensifnya juga tercatat dengan tiga intersepsi utama dan dua kali gagal menghalau serangan sayap lawan. Kombinasi antara penurunan performa individu dan ketidaksesuaian taktik menambah tekanan pada Slot menjelang fase akhir musim.
Sebagai konsekuensi, Liverpool kini harus mengatasi celah pertahanan yang terbuka. Pemain lain seperti Ibrahima Konaté dan Virgil van Dijk juga mendapatkan nilai 5, menandakan kegagalan kolektif dalam menahan serangan United. Di lini tengah, Dominik Szoboszlai menjadi satu-satunya yang mendapat nilai 9, menyoroti peran vitalnya dalam menciptakan peluang serta memberikan semangat bagi rekan-rekannya.
Dalam upaya memperbaiki situasi, Slot diperkirakan akan mempertimbangkan rotasi pada lini belakang dan kemungkinan menurunkan Frimpong ke posisi bek kanan penuh waktu, dengan harapan meningkatkan kestabilan pertahanan. Alternatif lain melibatkan penggunaan pemain muda seperti Ryan Gravenberch yang dapat menambah kecepatan di tengah lapangan. Namun, keputusan ini tidak lepas dari risiko kehilangan kontribusi serangan yang biasanya diberikan Frimpong dari sisi kanan.
Kesimpulannya, kekalahan melawan Manchester United memperlihatkan kelemahan taktis Liverpool yang harus segera diperbaiki. Jeremie Frimpong menjadi simbol dari ketidakseimbangan antara ekspektasi dan realita, menuntut penyesuaian cepat dari Arne Slot agar Liverpool dapat kembali bersaing di papan atas Premier League dan menutup musim dengan posisi yang lebih menguntungkan.
