Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Ketegangan melanda Anfield menjelang akhir musim 2025/2026 setelah pengumuman resmi bahwa Mohamed Salah akan mengakhiri masa baktinya bersama Liverpool. Keputusan tersebut memicu beragam komentar, mulai dari kritikan tajam Wayne Rooney yang menyatakan bahwa masa kejayaan Salah telah lewat, hingga penyesalan mendalam Steven Gerrard yang mengakui dirinya pernah menolak kesempatan merekrut bintang Mesir itu pada 2017. Semua itu menambah kompleksitas drama Liverpool yang kini harus menyiapkan diri tanpa ikon serangannya.
Steven Gerrard, mantan kapten dan legenda Liverpool, mengungkapkan rasa penyesalannya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media lokal. Ia menyebut, “Jika saya tidak menolak tawaran Real Madrid pada saat itu, mungkin kami masih memiliki Salah di lini depan. Keputusan itu menjadi salah satu yang paling saya sesali dalam karier kepelatihan.” Gerrard menambahkan bahwa kepindahan Salah ke Premier League pada 2017 menjadi titik balik bagi klub, mengangkat Liverpool kembali ke puncak kompetisi Eropa.
Di sisi lain, Manchester City kini menikmati sorotan dua bintang yang tampil gemilang pada era pasca‑Salah. Kevin De Bruyne, maestro gelandang, terus memimpin serangan dengan visi luar biasa, mencetak 12 assist dalam 18 pertandingan terakhir. Erling Haaland, penyerang asal Norwegia, menambahkan 18 gol dalam 20 laga, menjadikannya ancaman utama bagi pertahanan lawan. Kinerja mereka tidak hanya menambah tekanan pada Liverpool, tetapi juga memperkuat citra City sebagai tim yang siap mendominasi Premier League musim depan.
Berita tentang Salah tak hanya beredar di Inggris. Di Arab Saudi, klub-klub besar mengajukan tawaran ratusan juta pound, namun sang pemain memilih tetap berkarier di Eropa. Negosiasi dengan klub-klub Eropa lainnya, termasuk Real Madrid, juga muncul, meski belum ada konfirmasi resmi. Sementara itu, Liverpool telah menandatangani Yan Diomande dari RB Leipzig dengan nilai transfer 87 juta pound sebagai upaya menggantikan peran sayap yang akan ditinggalkan oleh Salah.
Reaksi publik pun beragam. Suporter Liverpool di Anfield mengirimkan pesan dukungan kepada Salah, bahkan saat ia mengalami cedera pada laga melawan Crystal Palace. Di media sosial, banyak yang menilai bahwa era baru Liverpool harus dibangun di atas pondasi pertahanan yang kuat, menyoroti kontribusi Virgil van Dijk dan Andy Robertson yang juga diprediksi akan meninggalkan Anfield pada akhir musim.
Secara keseluruhan, drama Liverpool mencerminkan dinamika transfer yang kompleks, keputusan manajerial yang dapat mengubah nasib klub, serta persaingan ketat di Premier League. Sementara Gerrard menatap kembali keputusan masa lalu, Manchester City menyiapkan dua senjata utama mereka untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Salah. Penggemar sepak bola di seluruh dunia menantikan bagaimana kedua klub akan menavigasi perubahan ini, baik di panggung domestik maupun kompetisi Eropa.
