Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menegaskan peran strategisnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan olahraga sekaligus memperkuat keamanan migrasi. Direktur Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkapkan pada konferensi pers di Jakarta, Kamis, 30 April 2026, bahwa layanan keimigrasian kini dirancang lebih mudah dan nyaman untuk mendukung konser musik, festival budaya, dan kejuaraan olahraga internasional. Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyelenggara acara menjadi kunci utama dalam menciptakan efek pengganda bagi sektor perhotelan, transportasi, UMKM, dan penyerapan tenaga kerja.
Beberapa kebijakan yang disosialisasikan meliputi optimalisasi klasifikasi visa untuk seniman dan atlet, prosedur khusus bagi atlet yang dikontrak klub profesional, serta standarisasi pemeriksaan delegasi Indonesia di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Upaya ini sekaligus bertujuan mencegah penyalahgunaan visa yang dapat mengganggu ketertiban hukum. Hendarsam menegaskan bahwa slogan “Imigrasi untuk Rakyat” menjadi landasan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan internasional tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keamanan dan keteraturan bagi masyarakat.
Sementara itu, Kemenimipas juga menindak tegas jaringan penipuan daring yang menargetkan warga negara asing. Pada 14 April 2026, tim intelijen Imigrasi Sukabumi melakukan operasi gabungan yang berhasil menahan 16 orang Warga Negara Asing (WNA) dari China, Taiwan, dan Malaysia. Para tersangka diduga terlibat dalam modus love scamming yang menyasar korban di Amerika Serikat dan Meksiko. Penindakan ini melibatkan penyitaan 50 unit komputer, 150 ponsel, serta perangkat jaringan lainnya. Direktur Pengawasan dan Penindakan Yuldi Yusman menjelaskan bahwa operasi tersebut dimulai dari intelijen pada akhir Maret, dilanjutkan dengan pengawasan tertutup, hingga penyergapan pada 14 April. Penahanan kini berlangsung di Rumah Tahanan Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Non‑TPI Sukabumi, dengan proses deportasi yang akan dikoordinasikan bersama kedutaan negara terkait.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah memperkuat kolaborasi lintas lembaga untuk memerangi praktik haji ilegal. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, menyatakan pembentukan Satgas yang melibatkan Polri, Kemenimipas, dan Kementerian Haji untuk mengawasi, mencegah, dan menindak penipuan berbasis iklan haji palsu. Baru-baru ini, aparat keamanan Arab Saudi menangkap tiga WNI yang diduga terlibat dalam promosi haji ilegal, dan Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Saudi untuk proses hukum dan pendampingan. Anzar menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap oknum yang menyalahgunakan nama resmi haji, dan menambah bahwa penegakan hukum akan dilakukan baik di dalam negeri maupun melalui kerja sama internasional.
Kolaborasi tersebut mencerminkan pendekatan terpadu Kemenimipas dalam menangani isu-isu migrasi yang beragam, mulai dari memfasilitasi talenta internasional, menindak kejahatan siber lintas negara, hingga mendukung upaya pemerintah melindungi jamaah haji dari praktik ilegal. Dengan mengintegrasikan layanan keimigrasian yang ramah bagi pelaku industri kreatif, memperkuat pengawasan terhadap WNA yang melanggar regulasi, serta berkoordinasi erat dengan Kementerian Haji, Kemenimipas berupaya menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama bagi acara internasional dan tujuan migrasi yang aman.
Kesimpulannya, inisiatif terbaru Kemenimipas menegaskan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif, meningkatkan keamanan siber migrasi, dan melindungi integritas ibadah haji. Sinergi antar‑lembaga diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat posisi Indonesia di kancah global, serta memastikan kesejahteraan dan keamanan seluruh pemangku kepentingan.
