Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Jakarta, 11 April 2026 – Penyanyi dan selebriti Denada Tambunan kembali menjadi sorotan media setelah ia memberikan klarifikasi resmi terkait spekulasi yang beredar tentang identitas ayah kandung putranya, Ressa Rizky Rosano. Isu yang sempat mengaitkan Teuku Ryan, Iwa K, bahkan tokoh politik seperti Amien Rais, kini dihadapi langsung oleh Denada dalam dua kesempatan televisi pada hari Jumat (10/4/2026) dan Sabtu (11/4/2026).
Denada menegaskan bahwa tuduhan bahwa Teuku Ryan merupakan ayah biologis Ressa tidak memiliki dasar. “Bukan Teuku Ryan, bukan dia. Kasihan karena dituduh seperti itu,” ujurnya dengan tegas di sebuah program FYP TRANS7. Ia menambahkan, “Saya minta maaf karena banyak sekali nama yang muncul soal ini, termasuk Iwa K dan bahkan keluarga Bapak Amien Rais. Semua itu tidak benar.” Permintaan maaf tersebut disampaikan secara terbuka, menandakan komitmen Denada untuk menahan penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Spekulasi awal muncul ketika Ressa menyebut bahwa ayahnya berasal dari Aceh, menimbulkan asumsi publik bahwa sosok publik asal Aceh seperti Teuku Ryan dapat menjadi ayahnya. Denada menolak spekulasi tersebut dan menegaskan bahwa ayah kandung Ressa adalah seorang warga negara Indonesia yang memilih untuk tidak terlibat dalam kehidupan keluarga. “Dia sudah memutuskan untuk tidak berada di hidup kami. Aku sudah memaafkan dia dan tidak mau menyalahkan dia,” kata Denada dalam wawancara di WowKeren.
Selain menolak tuduhan, Denada juga menjelaskan alasan mengapa ia menutup identitas ayah Ressa selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, keputusan ayah biologis untuk tidak terlibat sejak awal menjadi alasan utama untuk tidak mengumumkannya. “Ada pokoknya, dan aku tahu siapa bapaknya, dan bapaknya tahu. Tapi buat apa? Karena dia sudah memutuskan tidak berada, tidak ikutan,” jelas Denada dalam sebuah sesi YouTube yang dipublikasikan pada hari yang sama.
Denada menambahkan bahwa walaupun identitas sang ayah tetap dirahasiakan, ia tidak menutup kemungkinan pertemuan di masa depan jika sang ayah menginginkannya. “Ya silakan bertemu, itu bapaknya,” ujar Denada, menegaskan bahwa keputusan untuk tetap menjaga privasi keluarga adalah pilihan yang sadar dan bukan sekadar menghindar.
Di tengah kontroversi, Denada juga mengungkapkan harapan pribadi terkait hubungan dengan Ressa. Ia menyatakan keinginannya agar Ressa dapat tinggal bersamanya di Jakarta setiap kali mereka berada di ibu kota, meskipun saat ini Ressa menetap di Banyuwangi, Jawa Timur. “Insyaallah, kalau lagi di Jakarta, yuk tinggal di rumah,” kata Denada, menandakan upaya memperbaiki ikatan emosional yang sempat terpuruk.
Reaksi anaknya, Aisha, juga menjadi bagian penting dalam narasi ini. Denada mengungkap bahwa Aisha mengetahui keberadaan kakaknya, Ressa, secara langsung dari ibunya, tanpa perantara media. “Aku langsung cerita ke Aisha karena aku ingin dia tahu semuanya dari mulutku sendiri,” ungkap Denada dalam sebuah wawancara televisi. Aisha menerima kabar tersebut dengan tenang, dan Denada berencana mengatur pertemuan antara Aisha dan Ressa di Singapura, tempat Aisha saat ini berdomisili.
Kasus ini menggarisbawahi dinamika kehidupan selebritas yang harus berhadapan dengan rumor publik. Denada menegaskan bahwa spekulasi tanpa dasar dapat merugikan semua pihak, termasuk para tokoh publik yang tidak terkait. Ia berharap masyarakat lebih kritis dalam mengonsumsi informasi, terutama yang belum terverifikasi.
Kesimpulannya, Denada telah memberikan klarifikasi lengkap mengenai identitas ayah Ressa, meminta maaf kepada publik serta kepada figur-figur yang sempat dituduh tanpa bukti. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk menutup identitas ayah Ressa bersifat pribadi dan tidak akan diubah kecuali ada keinginan dari pihak terkait. Sementara itu, upaya memperkuat ikatan keluarga melalui rencana tinggal bersama di Jakarta dan pertemuan keluarga di Singapura menunjukkan komitmen Denada untuk menyelesaikan konflik emosional yang telah lama terpendam.
