OCBC Raih Laba Bersih Rp1,36 Triliun di Kuartal I 2026, Kredit Tembus Rp171 Triliun

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2026. Laba bersih tercapai Rp1,36 triliun, meningkat 5 persen secara tahunan, sementara total kredit mencapai Rp171 triliun, naik signifikan meski kondisi ekonomi masih menantang.

Pertumbuhan laba didorong oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 6 persen YoY, seiring total aset bank meningkat 7 persen menjadi Rp312,9 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp226,4 triliun, naik 4 persen, dan rasio dana murah (CASA) mencapai 61,9 persen, menandakan kepercayaan nasabah yang kuat.

Baca juga:

Berikut ringkasan indikator utama kuartal I 2026:

Indikator Nilai Perubahan YoY
Laba Bersih Rp1,36 triliun +5%
Pendapatan Operasional +6%
Total Aset Rp312,9 triliun +7%
Kredit Rp171 triliun +—
DPK Rp226,4 triliun +4%
Rasio NPL (gross) 2,1% Stabil
Loan at Risk (LaR) 5,3% -0,1 poin
Capital Adequacy Ratio (CAR) 25,0%

Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 2,1 persen, menunjukkan kebijakan selektif dalam penyaluran pembiayaan. Cadangan NPL mencapai 221,8 persen, memberi ruang penyangga yang luas.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menegaskan bahwa hasil ini mencerminkan model bisnis yang seimbang antara pertumbuhan dan kehati-hatian. “Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana,” ujar Parwati dalam keterangan resminya pada 30 April 2026.

Transformasi digital menjadi pendorong utama. Transaksi melalui kanal elektronik (e‑channel) tumbuh 15 persen YoY. Pengguna aktif layanan internet banking dan OCBC Mobile meningkat 8 persen, sementara OCBC Business Mobile untuk korporasi melonjak 20 persen. Bank menargetkan peningkatan literasi keuangan melalui edukasi digital yang terus diperluas.

Dalam konteks industri perbankan Indonesia, OCBC menunjukkan ketahanan yang cukup kuat. Tingginya CAR (25,0 persen) memberikan fleksibilitas untuk ekspansi, sementara rasio CASA yang berada di atas 60 persen memperkuat basis pendanaan murah. Kebijakan selektif dalam penyaluran kredit serta penekanan pada kualitas aset menjadi faktor utama dalam mempertahankan NPL pada level yang dapat dikelola.

Ke depan, OCBC berencana memperluas jaringan digital, meluncurkan produk perbankan yang lebih tersegmentasi, dan meningkatkan kolaborasi dengan fintech untuk mempercepat inklusi keuangan. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan strategi digital yang terarah, bank diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan laba serta kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *