Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 April 2026 | Persib Bandung kini berada di puncak klasemen BRI Super League 2025/26 dengan 66 poin, bersaing ketat dengan Borneo FC Samarinda yang telah menyamakan poin. Meskipun keduanya berada di posisi teratas, Persib masih memegang keunggulan head-to-head atas Borneo pada musim ini, memberi mereka keunggulan psikologis dalam perebutan gelar juara.
Pelatih Bojan Hodak menegaskan bahwa lima pertandingan tersisa menjadi ujian terbesar bagi skuad Maung Bandung. Lawan yang dihadapi tidak kalah menantang: Bhayangkara Presisi Lampung FC, PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Persijap Jepara. Semua laga tersebut harus dimenangkan agar Persib dapat mengamankan trofi ketiga dalam karier bek asal Irak, Frans Putros.
Putros, yang kini berusia 32 tahun, menegaskan pentingnya kemenangan di setiap laga. “Kami berada di posisi pertama, poin sama dengan Borneo, namun kami harus menyapu bersih lima pertandingan terakhir. Semua keputusan ada di tangan kami,” ujarnya dalam konferensi pers di Bandung. Putros pernah mengangkat trofi juara di Liga Denmark bersama Silkeborg IF dan Viborg FF pada 2014, dan menargetkan menambah koleksi tersebut dengan gelar BRI Super League.
Pekan ke-30 menjadi momen krusial ketika Persib akan menatap Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada 30 April 2026. Pertandingan ini menjadi penentu pertama dalam rangkaian lima laga terakhir. Bhayangkara, meski kalah dua kali dari Persib dalam tiga pertemuan terakhir, menunjukkan performa solid dengan enam kemenangan beruntun pada periode Februari-Maret serta dominasi di kandang dengan empat kemenangan beruntun.
Formasi yang diprediksi Bhayangkara FC mengandalkan skema 4-3-3 dengan Aqil Savik sebagai kiper, lini belakang yang kuat, dan serangan yang dipimpin oleh Moussa Sidibe, Henri Doumbia, serta Privat Mbarga. Sementara Persib menyiapkan formasi serupa, menurunkan Teja Paku Alam sebagai kiper, bek tengah berpengalaman seperti Patricio Matricardi, Federico Barba, dan Eliano Reijnders, serta lini tengah yang dikomandoi Marc Klok bersama Frans Putros dan Thom Haye. Penyerang Berguinho, Andrew Jung, dan Uilliam Barros diharapkan menjadi ancaman utama di lini depan.
Setelah laga melawan Bhayangkara, Persib harus melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk menghadapi PSIM, lalu kembali ke ibukota melawan Persija Jakarta, sebelum menutup sisa jadwal melawan PSM Makassar dan Persijap Jepara. Jadwal padat ini menuntut konsistensi tinggi, mengingat selisih poin dengan Borneo FC yang hanya tiga poin. Jika Persib kalah satu laga, peluang mereka untuk mengamankan gelar dapat sirna.
Hodak menegaskan pentingnya mentalitas juara. “Kami tidak lagi berada di puncak klasemen sementara setelah Borneo menyusul. Kami harus fokus pada pertandingan demi pertandingan dan mengendalikan tekanan,” katanya. Dia menambahkan bahwa persiapan fisik dan taktik tim telah dioptimalkan, termasuk sesi latihan intensif dan analisis video lawan.
Di luar lapangan, dukungan suporter Persib tetap menggelora. Ribuan suporter diprediksi akan hadir di Lampung untuk memberikan dukungan moral, menambah atmosfer menegangkan di Stadion Sumpah Pemuda. Suporter juga mengharapkan Putros dapat menambah koleksi trofi pribadi, menjadikan gelar ini sebagai puncak karier internasionalnya menjelang Piala Dunia 2026.
Secara statistik, Persib mencatatkan rata-rata penguasaan bola 58% dalam lima pertandingan terakhir, dengan rata-rata tembakan ke arah gawang 12 kali per laga. Namun, pertahanan masih menjadi catatan lemah, terutama dalam mengatasi serangan balik cepat. Jika tim dapat menutup celah ini, peluang mereka untuk menaklukkan Bhayangkara dan melanjutkan ke empat laga berikutnya akan semakin besar.
Dengan tekanan yang semakin meningkat, lima laga terakhir menjadi panggung dramatis bagi Persib Bandung. Kemenangan di Lampung akan menjadi langkah awal menuju gelar juara, sementara kekalahan dapat menurunkan harapan mereka menjadi sekadar mimpi belaka. Persib harus menampilkan performa terbaik, mengandalkan pengalaman Putros, taktik Hodak, dan semangat juara untuk menutup musim dengan gemilang.
