TPNPB Klaim Tembak Mati TNI Usai Jeki Murib Tewas: Kontroversi Memicu Ketegangan di Papua Tengah

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 April 2026 | Jumat (29/4/2026) menjadi hari yang penuh dinamika di Papua Tengah. Sebuah klaim kontroversial dilontarkan oleh Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, yang menegaskan bahwa kelompoknya menembak mati seorang anggota TNI setelah komandan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Jeki Murib, terbunuh dalam aksi balasan militer.

Menurut pernyataan Sebby, kontak tembak terjadi di Kali Wo, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Selasa (28/4/2026). Ia menyebut bahwa Batalyon HSSBI Abele Balingga, unit elit TPNPB kodap XVI, berhasil masuk ke Koramil Kota Dekai dan menewaskan seorang prajurit TNI. Klaim ini disertai dengan narasi bahwa aksi tersebut merupakan balasan atas tewasnya Jeki Murib, yang dilaporkan ditembak mati oleh pasukan TNI pada 20 April di sekitar Desa Pinapa, Distrik Omukia, Puncak.

Baca juga:

Jeki Murib, yang dikenal sebagai Komandan Ops Kepala Air OPM Kodap XVIII Ilaga, telah menjadi buronan sejak terlibat dalam serangkaian serangan brutal, termasuk pembunuhan karyawan PT Freeport Indonesia, Simson Mulia, serta penembakan di bandara Amingaru dan pembakaran gereja serta sekolah di wilayah tersebut. Pada 20 April, saat TNI melakukan patroli rutin di Desa Pinapa, Jeki Murib dan kelompoknya melancarkan serangan mendadak yang melukai satu prajurit. TNI kemudian menanggapi dengan tembakan balik yang menewaskan Jeki Murib. Letjen TNI Lucky Avianto, Panglima Komando Wilayah Barat (Pangkogabwilhan III), menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan sesuai Rules of Engagement (ROE) dan bertujuan melindungi rakyat serta menegakkan kedaulatan negara.

Namun, klaim TPNPB tentang tembak mati TNI di Yahukimo mendapat penolakan keras dari pihak militer. Kolonel Infanteri Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, menyatakan bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar faktual dan merupakan upaya penyebaran hoaks untuk menimbulkan kepanikan. Ia menegaskan bahwa tidak ada laporan resmi mengenai tewasnya personel TNI di wilayah tersebut dan menekankan pentingnya masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kelompok yang berusaha menimbulkan ketegangan.

Kontroversi ini memperlihatkan dinamika kompleks antara operasi militer dan pernyataan kelompok separatis. Di satu sisi, TNI berusaha menegakkan hukum dan melindungi penduduk sipil dari aksi KKB yang sering menggunakan warga sebagai tameng. Di sisi lain, TPNPB memanfaatkan narasi kematian Jeki Murib untuk menegaskan keberpihakan mereka terhadap rakyat Papua, sekaligus mengklaim keberhasilan dalam melawan aparat militer.

Analisis para pakar keamanan menunjukkan bahwa klaim seperti ini seringkali digunakan sebagai strategi psikologis. Dengan menyebarkan berita tentang tembak mati TNI, TPNPB berusaha menggugah simpati publik dan menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi operasi militer di daerah konflik. Sementara itu, respons tegas dari TNI berupaya menegaskan fakta dan menolak segala bentuk propaganda yang dapat memicu ketidakstabilan.

Dalam konteks yang lebih luas, insiden ini menambah daftar panjang peristiwa kekerasan di Papua yang melibatkan OPM, TPNPB, dan TNI. Sejak awal 2025, terjadi serangkaian pembakaran rumah bupati, penyerangan fasilitas publik, serta penggunaan warga sipil sebagai sandaran dalam konflik bersenjata. Pemerintah pusat terus menekankan pentingnya dialog damai, namun situasi di lapangan masih rawan dengan aksi-aksi kekerasan yang berulang.

Ke depan, diperlukan upaya bersama antara pemerintah, militer, dan masyarakat sipil untuk menurunkan ketegangan. Penegakan hukum yang transparan, perlindungan terhadap korban sipil, serta dialog terbuka antara pihak-pihak terkait menjadi kunci utama dalam mengatasi konflik yang terus memanas di Papua Tengah.

TPNPB klaim tembak mati TNI menambah lapisan kompleksitas dalam dinamika keamanan Papua, sementara TNI bertekad untuk meluruskan fakta dan menjaga stabilitas wilayah. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *