Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 April 2026 | Jakarta – Selebgram Azizah Salsha dan YouTuber Bigmo serta kakaknya Resbob resmi mengakhiri perseteruan yang sempat memicu laporan polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Pertemuan damai berlangsung di kantor DPP Ikatan Keluarga Minang, Jakarta Selatan, dan dibagikan lewat unggahan Instagram Bigmo pada 8 April 2026.
Latar belakang perseteruan bermula ketika Resbob, yang muncul dalam siaran langsung kanal YouTube Bigmo, menuduh Azizah Salsha alias Zize berselingkuh dengan Pratama Arhan saat masih dalam pernikahan. Tuduhan tersebut memicu reaksi keras dari Azizah, yang kemudian melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
Pada pertemuan damai, Bigmo, yang memperkenalkan dirinya sebagai Muhammad Jannah, hadir bersama ibunya Putri Regia. Mereka disambut oleh Azizah Salsha, suaminya Andre Rosiade, serta Resbob. Dalam foto yang diunggah, keempat pihak tampak bersalaman dan tersenyum, menandakan adanya kesepakatan untuk melanjutkan hubungan secara baik.
Dalam caption Instagram, Bigmo menyampaikan rasa terima kasih kepada Azizah dan keluarganya atas “kelapangan dada” yang memberi kesempatan maaf. Ia menulis, “Terima kasih kak @azizahsalsha_ & pak @andre_rosiade atas waktu dan kelapangan dadanya untuk membuka pintu untuk saya dan bunda saya.” Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas nama abang dan bunda‑nya, menegaskan bahwa “kami memohon maaf setulus‑tulusnya atas kegaduhan yang dibuat abang saya.”
Azizah Salsha dalam pernyataannya menegaskan bahwa ia telah memaafkan kesalahan yang terjadi dan berharap semua pihak dapat belajar dari episode ini. Ia menambahkan, “Semoga kita semua dapat menggunakan media sosial ke arah yang lebih positif dan bermanfaat, terutama bagi generasi muda yang menjadi audiens utama konten digital.”
Bigmo menambahkan komitmen pribadi untuk tidak lagi membuat konten negatif. Ia berjanji akan lebih menyaring materi sebelum dipublikasikan, dengan tujuan menjaga keharmonisan di dunia maya. Pernyataan tersebut sejalan dengan harapan banyak netizen yang menilai perseteruan ini sebagai contoh pentingnya etika digital.
Penghapusan laporan polisi belum secara resmi dikonfirmasi, namun indikasi kuat muncul bahwa pihak berwajib akan mencabut laporan setelah adanya permohonan maaf dan rekonsiliasi publik. Para pengamat media sosial menilai penyelesaian damai ini dapat menjadi preseden bagi kasus serupa yang melibatkan figur publik.
Dampak dari pertemuan ini terasa luas. Komunitas Minang di Jakarta Selatan memberikan dukungan moral, menekankan nilai gotong‑royong dan musyawarah. Sementara itu, para kreator konten lain menyatakan kesediaan untuk lebih berhati‑hati dalam menyampaikan informasi, mengingat potensi kerugian reputasi yang dapat timbul dari fitnah.
Secara keseluruhan, episode ini menegaskan pentingnya dialog terbuka, tanggung jawab atas kata‑kata yang dipublikasikan, dan peran mediator dalam menyelesaikan konflik di era digital. Dengan perdamaian yang tercapai, diharapkan hubungan antar tokoh publik dapat kembali harmonis dan memberikan contoh positif bagi masyarakat luas.
