Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen partainya dalam mengawal kasus Nus Kei yang menewaskan Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Pada Senin, 20 April 2026, Bahlil menyampaikan kepada media di kompleks Parlemen Senayan bahwa DPP Golkar telah menugaskan Sekretaris Jenderal, Muhammad Sarmuji, untuk mendampingi proses hukum hingga tuntas.
Insiden penikaman terjadi di area Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, pada Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 11.25 WIT. Nus Kei baru saja kembali dari Jakarta ketika ia diserang dengan pisau oleh pelaku tak dikenal. Korban dilarikan ke RS setempat namun tidak dapat diselamatkan karena luka yang terlalu parah.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengungkapkan bahwa motif penikaman berakar pada balas dendam lama. Pada tahun 2023, kelompok John Kei terlibat bentrok dengan anggota kelompok Nus Kei di Bekasi, yang kemudian memicu aksi balas dendam. Menurut Rositah, pelaku menargetkan Nus Kei karena ia dianggap sebagai otak di balik pembunuhan saudara pelaku pada tahun 2020.
Sejumlah langkah konkret telah diambil oleh DPP Golkar untuk memastikan keadilan bagi almarhum:
- Penunjukan Sekjen Sarmuji sebagai pendamping hukum keluarga korban.
- Pengiriman tim khusus ke Maluku Tenggara untuk memantau proses penyidikan.
- Pemberian dukungan moral dan material kepada keluarga Nus Kei.
- Koordinasi dengan aparat kepolisian untuk mempercepat penangkapan tersangka.
Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua tersangka dalam waktu kurang dari dua jam setelah kejadian. Kedua tersangka kini berada dalam proses penyidikan intensif untuk mengungkap jaringan dan motif di balik penikaman. Bahlil menekankan pentingnya transparansi aparat penegak hukum, sekaligus menegaskan bahwa partai tidak akan mempengaruhi proses hukum, melainkan hanya memastikan hak korban terpenuhi.
Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menambahkan bahwa partai mengharapkan semua kader di wilayah Maluku Tenggara dapat menahan diri dan tidak terpancing emosi. “Kami berharap situasi dapat tetap kondusif, sambil mengawal proses hukum berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujar Doli.
Selain dukungan internal, Bahlil juga menyampaikan duka cita secara pribadi kepada keluarga almarhum. “Ya, kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Pak Nus. Semoga diterima di sisi Allah SWT,” katanya.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan politik dan masyarakat. Penekanan pada pendampingan hukum dan pengawasan ketat proses penyidikan diharapkan menjadi contoh bagi partai politik lain dalam menangani tragedi serupa. Dengan mengaktifkan mekanisme internal dan berkoordinasi dengan kepolisian, DPP Golkar menunjukkan bahwa partai tidak hanya berperan dalam arena politik, tetapi juga dalam menegakkan keadilan bagi anggotanya.
Ke depan, DPP Golkar berjanji akan terus memantau perkembangan kasus hingga tersangka divonis dan keluarga korban menerima keadilan yang layak. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan di wilayah Maluku Tenggara yang selama ini dipengaruhi oleh perseteruan antar kelompok kriminal.
Kasus penikaman ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa akan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan tidak memihak, serta perlunya solidaritas antar partai politik dalam menghadapi tragedi yang menimpa anggotanya.
