Pertamina Evaluasi Harga Pertamax dan Pertamax Green di Tengah Lonjakan BBM Nonsubsidi

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga masih melakukan evaluasi terkait harga Pertamax dan Pertamax Green setelah perusahaan mengumumkan kenaikan signifikan pada beberapa bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada 18 April 2026. Corporate Secretary Roberth MV Dumatubun menegaskan bahwa keputusan penyesuaian harga masih berada dalam tahap peninjauan dan belum final, sehingga konsumen harus menunggu kepastian lebih lanjut.

Kenaikan terbaru mencakup Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Harga Pertamax Turbo melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex meningkat dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter. Kenaikan tersebut selaras dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur formula harga dasar BBM nonsubsidi.

Baca juga:

Sementara itu, harga harga Pertamax tetap dipertahankan pada Rp12.300 per liter dan Pertamax Green pada Rp12.900 per liter. Pertamina juga tetap menjaga harga BBM subsidi, yakni Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter, meski harga minyak dunia telah menembus US$100 per barel.

Berikut rangkuman perubahan harga BBM nonsubsidi yang telah diumumkan:

Produk Harga Sebelum Harga Baru
Pertamax Turbo Rp13.100/liter Rp19.400/liter
Dexlite Rp14.200/liter Rp23.600/liter
Pertamina Dex Rp14.500/liter Rp23.900/liter

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa mekanisme pasar menjadi acuan utama dalam penetapan harga BBM nonsubsidi. Pemerintah hanya melakukan intervensi pada BBM bersubsidi untuk melindungi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, keputusan untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi dianggap wajar mengingat fluktuasi harga minyak global dan situasi geopolitik yang masih tidak stabil, terutama konflik di Timur Tengah.

Analisis para pakar energi menunjukkan bahwa jika harga Pertamax dan Pertamax Green juga dinaikkan, beban biaya operasional kendaraan pribadi dan niaga akan bertambah, terutama bagi pemilik armada yang mengandalkan bahan bakar beroktan tinggi. Di sisi lain, mempertahankan harga kedua produk tersebut dapat menjadi upaya strategis Pertamina untuk menstabilkan pasar domestik sekaligus menahan inflasi energi.

Berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi pengusaha transportasi, konsumen, dan lembaga pemerintah, telah dilibatkan dalam proses evaluasi. Roberth menyebutkan bahwa diskusi meliputi analisis dampak sosial‑ekonomi, proyeksi permintaan BBM, serta pertimbangan kebijakan fiskal.

Jika keputusan akhir mengarah pada penyesuaian harga, Pertamina berjanji akan memberikan pemberitahuan resmi minimal tiga hari sebelum implementasi, serta menyediakan mekanisme komunikasi yang transparan melalui media sosial, situs resmi, dan jaringan stasiun pelayanan.

Selama periode evaluasi, konsumen disarankan untuk memantau perkembangan terbaru melalui kanal resmi Pertamina dan memperhatikan perubahan harga di SPBU terdekat. Penggunaan bahan bakar yang efisien serta perawatan kendaraan secara rutin tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi beban biaya bahan bakar.

Secara keseluruhan, kebijakan harga BBM di Indonesia terus berada dalam dinamika antara kebutuhan pasar global, regulasi pemerintah, dan kepentingan konsumen. Keputusan akhir mengenai harga Pertamax dan Pertamax Green akan menjadi indikator utama bagaimana pemerintah menyeimbangkan stabilitas ekonomi dengan tekanan harga energi internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *