Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 April 2026 | Pekan ke-33 Serie A 2025/2026 menyajikan duel sengit antara Cremonese dan Torino di Stadion Giovanni Zini, Cremona. Kedua tim mengakhiri laga dengan skor 0-0 setelah serangkaian peluang yang hampir mengubah alur pertandingan, namun tak satu pun berhasil menembus jaringan lawan.
Awal pertandingan ditandai dengan inisiatif ofensif Cremonese yang mengandalkan kecepatan sayap dan pergerakan maju pemain tengah. Pada menit ke-42, Federico Bonazzoli melepaskan tembakan jarak jauh yang melambung di atas mistar gawang, menandakan potensi serangan Cremonese yang belum sepenuhnya terhentikan. Beberapa menit kemudian, Bonazzoli kembali mencoba peruntungan dari area penalti, namun Alberto Paleari, kiper Torino, berhasil menepis bola dengan sigap.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Cremonese meningkat. Federico Baschirotto berhasil menembus pertahanan Torino dan mencetak gol pada menit ke-61. Sayangnya, gol tersebut tidak bertahan lama karena wasit memutuskan untuk menganulirnya setelah tinjauan VAR mengungkap pelanggaran sebelumnya di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut menambah ketegangan, namun tidak mengubah hasil akhir.
Kejadian penting lainnya terjadi pada menit tambahan akhir babak pertama. Emil Audero, kiper asal Indonesia yang memperkuat Cremonese sejak awal musim, melakukan penyelamatan krusial pada tendangan jauh dari Marcus Pedersen. Penyelamatan itu menjadi bukti ketangguhan Audero di gawang, yang kemudian berlanjut dengan aksi-aksi penting di babak kedua.
Pada menit ke-90+4, Audero kembali tampil heroik dengan menepis tembakan keras Sandro Kulenovic yang hampir menyamakan kedudukan. Penyelamatan terakhir ini memastikan Cremonese tetap mempertahankan clean sheet kesepuluhnya musim ini, sebuah prestasi yang menempatkan Audero di antara penjaga gawang dengan catatan kebobolan terendah di liga.
Berikut statistik singkat mengenai performa Audero hingga laga ini:
- Clean sheet: 10 kali
- Penyelamatan penting: 12 kali
- Gol kebobolan: 30 gol (rata-rata 1,1 per pertandingan)
Meski Audero menunjukkan performa gemilang, lini pertahanan Cremonese masih menunjukkan kerentanan. Empat tembakan tepat sasaran yang diciptakan tim tidak mampu menembus gawang Torino, yang didukung oleh pertahanan solid dan peran aktif kiper Paleari.
Posisi klasemen juga menjadi sorotan utama setelah hasil imbang ini. Cremonese tetap berada di peringkat ke-13 dengan 28 poin, berada di ambang zona degradasi. Torino, dengan tambahan satu poin, tetap menempati peringkat ke-12 dengan 40 poin. Kedua tim masih harus berjuang keras untuk mengamankan tempat mereka di Serie A musim depan.
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, menyampaikan kekecewaannya atas gol yang dianulir serta kurangnya penyelesaian akhir. Ia menekankan pentingnya konsistensi serangan dan menambah ketajaman di depan gawang untuk menghindari tekanan terus-menerus dari zona bawah klasemen.
Sementara itu, pelatih Torino, Roberto D’Aversa, memuji pertahanan timnya yang berhasil menahan serangan lawan dan menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi serangan demi mengumpulkan poin lebih banyak di sisa musim.
Secara keseluruhan, pertandingan Cremonese vs Torino menunjukkan betapa tipisnya garis antara kemenangan dan kekalahan di bagian bawah klasemen Serie A. Audero tetap menjadi pilar terakhir pertahanan Cremonese, namun tanpa dukungan serangan yang efektif, tim harus mencari solusi cepat untuk menghindari degradasi.
Dengan sisa tiga pekan pertandingan, setiap poin menjadi sangat berharga. Cremonese akan mengandalkan kekuatan Audero dan perbaikan taktik untuk mengatasi tekanan, sementara Torino berusaha memanfaatkan peluang lebih baik guna menggapai posisi aman di tabel.
