Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 April 2026 | Lionel Messi kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola setelah mencetak dua gol penting dalam kemenangan Inter Miami atas Colorado Rapids 3-2 pada 19 April 2026. Kemenangan tersebut tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan Miami menjadi tujuh pertandingan beruntun di MLS, tetapi juga menegaskan peran krusial sang bintang dalam memimpin timnya di kompetisi paling kompetitif di Amerika Serikat.
Poin pertama datang pada menit ke-13 melalui tendangan penalti yang dijalankan Messi dengan tenang setelah Yannick Bright dilanggar di dalam kotak. Gol kedua tercipta pada menit ke-30 ketika Messi menambah angka setelah assist dari Mateo Silvetti, mengubah skor menjadi 2-0. Meskipun Colorado Rapids berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua, Messi memastikan Inter Miami kembali memimpin dan mengamankan tiga poin.
Statistik pertandingan menunjukkan Messi telah mencetak tujuh gol musim ini, menyamai rekor Sam Surridge dan Petar Musa sebagai pencetak gol terbanyak sementara di MLS. Penampilan impresif ini menambah nilai jualnya tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan, di mana Messi baru saja menandatangani akuisisi klub divisi lima Spanyol, UE Cornella.
UE Cornella, yang dikenal sebagai pusat pengembangan pemain muda seperti Jordi Alba dan Gerard Martín, kini berada di bawah kepemilikan Messi. Langkah ini menandai pertama kalinya Messi terjun ke dunia kepemilikan klub secara independen, setelah sebelumnya berkolaborasi dengan Luis Suárez dalam mendirikan Deportivo LSM di Uruguay. Akuisisi tersebut menegaskan ambisi Messi untuk memperluas jejaknya di bidang manajerial dan bisnis sepak bola, sekaligus mendukung visi pengembangan talenta muda di wilayah Katalonia.
Langkah kepemilikan Messi tidak berjalan sendirian. Beberapa mantan legenda Barcelona telah menapaki jalur serupa. Gerard Piqué, melalui perusahaannya Kosmos, mengakuisisi FC Andorra pada 2018 dan berhasil memimpin klub ke promosi cepat hingga Segunda División. Ronaldo Nazário, mantan striker Brasil, mengambil alih Real Valladolid pada 2018 dengan membeli mayoritas saham, meskipun perjalanan kepemilikannya diwarnai naik turun promosi dan degradasi.
Keberhasilan Piqué dan kegagalan relatif Nazário menjadi pelajaran penting bagi Messi dalam mengelola UE Cornella. Kedua contoh tersebut menyoroti pentingnya strategi jangka panjang, konsistensi, serta pemahaman mendalam tentang struktur kompetisi lokal. Messi tampaknya bertekad menjadikan Cornella tidak hanya sekadar klub divisi lima, melainkan sebuah akademi yang mampu menghasilkan pemain kelas dunia.
Di samping itu, beberapa mantan pemain Barcelona lainnya, seperti Jordi Alba dan Thiago Alcântara, juga terlibat sebagai pemegang saham di klub Katalonia lain, CE L’Hospitalet. Kedua tokoh tersebut menegaskan komitmen kolektif para legenda Blaugrana untuk mengembalikan kejayaan klub-klub regional melalui investasi dan kehadiran aktif di lapangan.
Penggabungan peran ganda Messi sebagai pemain aktif di Inter Miami dan pemilik UE Cornella menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana ia akan menyeimbangkan keduanya. Namun, dengan dukungan staf teknis di kedua belah pihak, serta pengalaman yang diperoleh dari kolaborasi sebelumnya, optimisme tinggi menyelimuti prospek Messi di kedua arena.
Secara keseluruhan, kombinasi performa gemilang di MLS dan langkah ambisius dalam kepemilikan klub menegaskan posisi Lionel Messi sebagai figur sentral dalam evolusi sepak bola modern. Apakah Messi dapat mengulang kesuksesan di Spanyol seperti yang ia raih di Amerika masih menjadi teka-teki, namun jejak langkahnya kini telah menapaki dua wilayah sekaligus, memperkuat warisan sepak bola yang tak lekang oleh waktu.
