Trauma Boiyen Usai Pernikahan 2 Bulan dengan Rully Anggi Akbar: Takut Didekati Pria Lagi

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 April 2026 | Jakarta – Selebriti muda Boiyen mengungkapkan dampak emosional yang cukup berat setelah pernikahannya dengan Rully Anggi Akbar hanya bertahan dua bulan. Pernikahan yang semula dinantikan publik tersebut berakhir dengan perpisahan yang mengejutkan, memicu rasa trauma pada Boiyen sehingga kini ia mengaku takut didekati pria.

Menurut keterangan yang didapatkan dari lingkaran dekat Boiyen, penyebab utama perceraian adalah rasa kecewa yang mendalam setelah Rully meninggalkannya tanpa memberi kabar. Boiyen menyatakan, “Aku merasa seperti dianggap enteng, seperti tidak ada artinya setelah dua bulan kami resmi menjadi suami istri.” Rasa frustrasi tersebut membuatnya mempertanyakan eksistensi dirinya dalam hubungan itu, yang pada gilirannya memicu ketakutan berulang saat ada pria yang mencoba mendekatinya.

Baca juga:

Tak hanya Boiyen yang merasakan dampak emosional, sejumlah rekan selebriti pun menanggapi peristiwa tersebut. Gading Marten, sahabat sekaligus rekan kerja, mengakui bahwa ia tidak sempat menghadiri pernikahan Boiyen dan Rully karena ada urusan pribadi yang tidak dapat ditinggalkan. Ia kemudian meminta maaf secara terbuka lewat media sosial, menambahkan bahwa ia sudah memiliki perasaan khusus terhadap Boiyen dan berharap kedepannya hubungan mereka tidak terganggu oleh peristiwa tersebut.

Berita mengenai Gading Marten yang tidak hadir di pernikahan itu menambah spekulasi publik tentang dinamika hubungan antar selebriti. Meskipun Gading menegaskan tidak ada niat buruk, kehadirannya yang terbatas pada momen penting tersebut menjadi sorotan media sosial, menambah tekanan pada Boiyen yang sudah berada dalam kondisi mental yang rapuh.

Selain rasa kecewa karena ditinggalkan, Boiyen juga mengakui bahwa ia kini mengalami gejala trauma pasca pernikahan singkat. Ia mengaku sering merasa cemas ketika ada pria yang menunjukkan ketertarikan, hingga ia menghindari situasi sosial yang melibatkan interaksi dengan lawan jenis. “Saya jadi selalu waspada, takut lagi ditinggalkan atau diperlakukan tidak hormat,” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif.

Para psikolog menilai bahwa kondisi ini merupakan respons alami terhadap pengalaman kehilangan dan rasa tidak dihargai. Dr. Maya Lestari, seorang psikolog klinis, menjelaskan, “Trauma hubungan dapat menimbulkan pola pikir negatif yang membuat korban menggeneralisasi rasa takut kepada semua pria. Penting bagi Boiyen untuk mendapatkan dukungan profesional agar dapat memproses perasaan tersebut secara sehat.”

Seiring berjalannya waktu, Boiyen mulai melakukan upaya pemulihan dengan mengisi kembali jadwal kegiatan profesionalnya. Ia kembali aktif di dunia akting dan berpartisipasi dalam beberapa proyek televisi, sekaligus mengikuti sesi konseling untuk mengatasi rasa takut yang berlebihan. “Saya ingin kembali menjadi diri saya yang dulu, tidak terhambat oleh rasa takut,” katanya.

Kasus Boiyen juga memunculkan perbincangan mengenai dinamika pernikahan selebriti di Indonesia, khususnya mengenai tekanan publik dan ekspektasi yang tinggi. Banyak netizen yang menilai bahwa pernikahan singkat seperti ini seringkali menjadi sorotan karena faktor sensasional, namun dampak psikologis bagi para pelaku jarang dibahas secara mendalam.

Dalam konteks ini, penting bagi industri hiburan untuk menyediakan dukungan mental bagi artis yang mengalami masalah pribadi. Organisasi artis dan agensi manajemen diharapkan dapat menambah layanan konseling serta menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesejahteraan mental para anggotanya.

Meski pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar hanya berlangsung dua bulan, efeknya terasa jauh melampaui waktu tersebut. Trauma yang dialami Boiyen menjadi contoh nyata betapa kompleksnya hubungan interpersonal, terutama ketika diliputi oleh sorotan publik. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan Boiyen dapat kembali menemukan kepercayaan diri dan melanjutkan kariernya tanpa rasa takut yang mengganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *