Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Agustus 2026 | TNI Angkatan Udara (AU) menggelar latihan gabungan TNI terintegrasi di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, dengan mengerahkan lima alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru, termasuk empat jet tempur Rafale dan satu pesawat angkut A400M.
Latihan ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan TNI yang terintegrasi dari setiap matra dan menguji kemampuan pesawat hingga personel yang mengawakinya. TNI AU juga mengerahkan beberapa kekuatan tempur andalan, seperti pesawat tanpa awak, pesawat Herucles C-130, pesawat intai, dan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU.
Sementara itu, TNI Angkatan Laut (AL) menembakkan rudal C-705 dari KRI Sampari-628 dan mengoperasikan Unmanned Surface Vehicle (USV) atau drone laut untuk menyerang sasaran musuh dalam latihan tersebut. TNI AL juga mengerahkan USV kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991, disusul operasi ranjau laut serta infiltrasi Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang mensimulasikan sabotase kabel bawah laut.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono juga melakukan manuver menggunakan pesawat tempur T-50i bersama Chief of Air Force (CAF) Royal Australian Air Force (RAAF) Air Marshal Stephen Chappell di langit Darwin, Australia, dalam ajang latihan bersama Exercise Pitch Black 2026.
Latihan gabungan ini mensimulasikan operasi gabungan TNI dalam menghadapi ancaman modern dengan melibatkan kekuatan darat, laut, udara, hingga peperangan siber. Dalam simulasi tersebut, berbagai alutsista dikerahkan, termasuk drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, serta penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628.
Kegiatan ini memperkuat komitmen TNI AU dan RAAF untuk terus memperkuat interoperabilitas dan kemitraan strategis sebagai kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.
