Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Agustus 2026 | Kasus tewasnya terduga maling ayam di Bali memicu kecaman dari berbagai pihak. Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia, Thomas Harming Suwarta melakukan kunjungan ke Desa Batunya, Tabanan, untuk membahas kasus tersebut. Ia berharap agar kedua belah pihak dapat memahami pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Sementara itu, istri maling ayam berinisial KD yakni Dewi Suryantini diketahuan berbohong kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dewi mengaku usia pernikahannya dengan KD sudah menginjak 17 tahun, namun faktanya KD merupakan seorang residivis yang pernah melakukan kejadian serupa.
Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa, memohon maaf secara terbuka terkait insiden berdarah yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya. Ia berencana melakukan mediasi langsung dengan tokoh serta warga Desa Sidatapa, Buleleng, yang merupakan kampung halaman KD.
Keluarga pemilik ayam yang susah mencari makan kini dirundung penderitaan dan kesedihan karena tulang punggungnya dipenjara. Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan maling ayam, KD di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.
Ni Komang Narti kini terpaksa kembali berkebun karena suami dan anaknya ditangkap polisi. Sementara istri maling ayam justru mendapat banyak bantuan namun mengaku tak punya modal. Keluarga pemilik ayam yakni Narti bercerita anak dan suaminya merupakan seorang petani sayur.
Kasus ini memicu kecaman dari berbagai pihak dan diharapkan dapat diselesaikan secara damai. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
