Cuaca Bandung dan Sekitarnya: Pemerintah Intensifkan Modifikasi Cuaca

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 31 Juli 2026 | Pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah strategis untuk memitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan bahwa operasi difokuskan pada wilayah yang membutuhkan tambahan curah hujan untuk menjaga kelembapan lahan dan ketersediaan air.

Baca juga:

BMKG telah melaksanakan OMC di berbagai wilayah rawan karhutla dan kekeringan, termasuk di Jawa Barat, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Modifikasi cuaca dilakukan dengan cara menyemai awan potensial menggunakan bahan kimia berupa garam atau natrium klorida (NaCl) untuk mengoptimalkan awan yang sudah ada agar menghasilkan hujan.

Pemerintah juga memfokuskan operasi modifikasi cuaca untuk pengisian danau dan waduk di wilayah tangkapan air, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, guna menjaga ketersediaan air bersih masyarakat.

Sementara itu, BMKG juga memprediksi bahwa beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta dan Bandung, berpotensi diguyur hujan ringan pada hari ini.

Dinamika atmosfer regional, sirkulasi siklonik, dan konvergensi memicu hujan di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut juga telah mendistribusikan armada pesawat Casa 212 Skadron Udara 4 untuk menyemai awan.

Dengan demikian, pemerintah berupaya untuk meminimalkan dampak kebencanaan sosial-ekonomi selama musim kemarau 2026.

Kesimpulan, pemerintah melalui BMKG mengintensifkan modifikasi cuaca untuk mengatasi karhutla dan kekeringan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Barat dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *