Pencarian Intensif Doli di Sungai Nyirih: Tim SAR Pakai Peralatan Anti-Serangan Buaya

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 April 2026 | Tim SAR gabungan masih mengerahkan segala upaya untuk menemukan nelayan berusia 40 tahun bernama Doli yang dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya di Sungai Nyirih, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Operasi pencarian yang dimulai pada Kamis (16/4) terus berlanjut dengan intensitas tinggi pada Jumat (17/4) setelah koordinasi antara Basarnas Bangka Belitung, Unit Siaga SAR Toboali, dan tim SAR Pangkalpinang.

Kepala Basarnas Bangka Belitung, Mikel Rachman Junika, menyatakan bahwa pencarian dilakukan secara terstruktur, memanfaatkan dua set peralatan Crocodile Attack Protection Equipment (CAPE) yang dirancang khusus untuk melindungi personel dari serangan buaya. Peralatan ini meliputi rompi pelindung anti-gigi, helm berlapis baja, serta sepatu boots anti-penetrasi, yang semuanya wajib dipakai saat penyisiran area rawa-rawa yang menjadi habitat alami buaya.

Baca juga:

Menurut keterangan yang diberikan, kejadian bermula ketika Doli dan rekannya berlayar menggunakan sampan masing-masing untuk mencari ikan di perairan Sungai Nyirih. Setelah beberapa saat, rekan Doli melaju lebih dulu, namun saat menoleh kembali, Doli tidak lagi terlihat di atas sampannya. Perahu Doli ditemukan terdampar, sementara sang nelayan menghilang tanpa jejak.

Masyarakat Desa Delas sempat melakukan pencarian mandiri, namun keterbatasan peralatan dan risiko serangan buaya memaksa mereka meminta bantuan resmi kepada Kantor SAR Pangkalpinang. Saat ini, tim SAR menargetkan titik koordinat 2°53’3.54″S 106°18’28.32″E sebagai fokus penyisiran darat, sambil memanfaatkan drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh atau jejak panas di area rawa yang sulit dijangkau.

Drone thermal berperan penting dalam operasi ini karena kemampuan deteksi suhu dapat mengidentifikasi keberadaan buaya maupun tubuh manusia yang terendam dalam air. Hasil pemindaian awal menunjukkan adanya aktivitas buaya di beberapa pulau kecil di sungai, namun belum ada bukti konklusif mengenai lokasi Doli. Tim SAR terus berkoordinasi dengan ahli biologi setempat untuk memahami perilaku buaya pada musim ini, mengingat suhu air dan tingkat makanan dapat mempengaruhi agresivitas mereka.

  • Peralatan CAPE: Rompi pelindung anti-gigi, helm anti-penetrasi, sepatu boots khusus.
  • Tim yang terlibat: Basarnas Bangka Belitung, Unit Siaga SAR Toboali, Tim SAR Pangkalpinang.
  • Teknologi: Drone thermal untuk pemetaan suhu dan deteksi gerakan.
  • Lokasi: Sungai Nyirih, koordinat 2°53’3.54″S 106°18’28.32″E.

Masyarakat setempat diimbau untuk menjauh dari pinggiran sungai selama proses pencarian berlangsung. Pihak berwenang menegaskan bahwa area tersebut merupakan habitat buaya yang dilindungi, sehingga interaksi manusia harus diminimalisir demi keselamatan semua pihak. Selain itu, warga diharapkan melaporkan setiap penampakan buaya atau aktivitas mencurigakan kepada petugas SAR terdekat.

Tim SAR juga melakukan penyisiran menggunakan perahu kecil yang dilengkapi dengan lampu sorot kuat dan jaring penangkap buaya, sebagai langkah preventif bila terjadi kontak tak terduga. Setiap anggota tim menjalani pelatihan khusus dalam penanganan buaya, termasuk teknik evakuasi cepat dan prosedur pertolongan pertama pada luka gigitan.

Sejauh ini, belum ada temuan jasad atau bukti fisik lain yang mengkonfirmasi nasib Doli. Namun, upaya pencarian tidak akan berhenti sampai ada kepastian. Pihak Basarnas menegaskan komitmen penuh untuk menyelesaikan operasi dengan aman, mengingat pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan SAR.

Kesimpulannya, pencarian Doli menjadi contoh nyata tantangan operasional SAR di wilayah rawa-rawa berisiko tinggi. Penggunaan peralatan CAPE, dukungan teknologi drone thermal, serta kolaborasi lintas institusi menunjukkan adaptasi strategi modern dalam menanggapi situasi darurat alam. Masyarakat diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan resmi, dan memberikan dukungan moral kepada tim penyelamat yang terus berjuang menemukan Doli di tengah ancaman buaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *