Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Juli 2026 | Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menghadapi tantangan besar dalam memimpin negara tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, beliau telah menghadapi berbagai masalah, termasuk peningkatan biaya hidup, kemerosotan ekonomi, dan ketegangan politik.
Menurut Anwar, pemerintah Malaysia harus tetap waspada terhadap kesulitan yang dihadapi oleh banyak warga Malaysia dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), meskipun pertumbuhan PDB pada kuartal II tahun 2026 melampaui perkiraan.
Anwar juga menegaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak akan mengizinkan warga negara Israel untuk tinggal di Malaysia, karena negara tersebut tidak mengakui Israel.
Dalam sebuah sesi pertemuan, Anwar mengatakan bahwa para pemuda harus selalu berusaha untuk menguasai semua bentuk teknologi baru, termasuk transformasi digital dan energi, kecerdasan buatan, dan lain-lain.
Anwar juga menekankan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh dikorbankan dalam upaya mencari pengetahuan.
Sementara itu, Anwar juga menyatakan bahwa kasus yang menjerat startup eFishery merupakan penipuan yang telah direncanakan, dan bahwa dana pensiun pegawai negeri Malaysia telah kehilangan investasi senilai hampir RM 200 juta.
