Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Juli 2026 | Beberapa hari terakhir, perairan Indonesia diguncang oleh dua insiden tenggelam yang memprihatinkan. Pertama, KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, dan kedua, dua bocah yang diduga tenggelam di saluran Irigasi Singomerto, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
KM Nurul Salsa yang berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar, dilaporkan mengalami mati mesin pada posisi di perairan barat Pulau Polassi atau berjarak sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar hingga akhirnya terombang-ambing dan tenggelam. Dari total 70 penumpang, 46 orang ditemukan selamat dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, di Jawa Tengah, dua bocah yang bermain di sekitar Irigasi Singomerto diduga tenggelam. Tim SAR gabungan melakukan pencarian di sejumlah titik untuk mencari kedua korban.
Insiden-insiden ini mengingatkan kita tentang pentingnya keselamatan di perairan. Kita berharap bahwa insiden seperti ini tidak akan terjadi lagi di masa depan.
Di lain pihak, lebih dari 500 orang dikhawatirkan tewas tenggelam setelah dua kapal yang membawa mereka dilaporkan terbalik di lepas pantai Myanmar. Hal ini dilaporkan Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika para pengungsi mencoba menyeberangi laut yang berbahaya untuk mencari keselamatan dan kondisi hidup yang lebih baik.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan badan pengungsi PBB, UNHCR, dalam pernyataan bersama menyebutkan bahwa kedua kapal tersebut berangkat dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar, pada akhir Juni dan sebagian besar membawa penumpang etnis minoritas Rohingya.
Kita berharap bahwa para korban dapat ditemukan dan dibantu secepat mungkin. Insiden-insiden ini mengingatkan kita tentang pentingnya keselamatan dan perlindungan bagi semua orang, terutama bagi mereka yang rentan dan membutuhkan bantuan.
