APHI Dorong Penguatan Komitmen Jaga Kelestarian Hutan di Tengah Tantangan Global

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 April 2026 | Jakarta, 7 April 2026 – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menegaskan kembali pentingnya memperkuat komitmen pelaku usaha kehutanan dalam melindungi kelestarian hutan. Seruan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah bertajuk “Refleksi Diri dan Satukan Hati dalam Silaturahmi untuk Menjaga Bumi” yang digelar di ibu kota pada Selasa, 7 April 2026. Ketua Umum APHI, Soewarso, mengaitkan nilai‑nilai spiritual Ramadan dengan praktik pengelolaan hutan yang lebih bijaksana, menekankan bahwa pengendalian diri selama puasa dapat menjadi analogi bagi pengendalian eksploitasi sumber daya alam.

Dalam sambutannya, Soewarso menyoroti tiga tantangan global utama yang menekan sektor kehutanan: perubahan iklim, degradasi hutan, dan tekanan atas pemanfaatan sumber daya alam. Ia menegaskan bahwa strategi pengelolaan hutan tidak boleh semata‑mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan harus menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan keseimbangan ekologis. “Kami tidak hanya merayakan kemenangan rohani, tetapi juga merefleksikan peran kami sebagai pelaku usaha dalam menjaga amanah Sang Pencipta atas bumi ini,” ujarnya.

Baca juga:

APHI mengumumkan rencana memperluas tutupan hutan melalui kegiatan penanaman dan pengayaan, baik di hutan tanaman maupun hutan alam. Pendekatan multiusaha kehutanan menjadi fokus utama, dimana sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan lembaga akademik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan hutan sekaligus memperkuat tata kelola serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Soewarso menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi ekosistem.

Menanggapi agenda tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz MP, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola kehutanan melalui peningkatan koordinasi antara pusat dan daerah. Salah satu langkah konkret adalah rencana pengembangan pusat ekosistem pengelolaan hutan yang berfungsi sebagai penghubung kebijakan tata ruang. Selain itu, jumlah Polisi Kehutanan (Polhut) akan ditingkatkan secara signifikan, dari sekitar 4.800 personel saat ini menjadi sekitar 21.000 personel secara bertahap, guna memperkuat pengawasan di tingkat tapak.

Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro, menekankan perlunya perubahan paradigma dalam mengelola sumber daya alam. Ia menegaskan bahwa manusia bukan pemilik alam, melainkan penerima amanah untuk menjaga keseimbangan ekologi. “Pemanfaatan sumber daya alam harus didasarkan pada batas ekologis, bukan semata‑mata pertimbangan ekonomi,” ujarnya. Sigit menilai krisis lingkungan saat ini merupakan konsekuensi dari ketidakseimbangan pengelolaan sumber daya, sehingga diperlukan kebijakan dan praktik yang lebih beretika.

Selain suara pemerintah, beberapa organisasi media menyoroti pentingnya aksi kolektif. Dalam laporan Antara, APHI dikatakan terus memperkuat kolaborasi dengan universitas, termasuk Unila, untuk mengembangkan model multiusaha kehutanan di wilayah Lampung. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan produksi kayu, rehabilitasi lahan, dan konservasi keanekaragaman hayati.

Secara keseluruhan, momentum Halalbihalal Idulfitri menjadi platform strategis bagi APHI untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan – dari pelaku industri, pemerintah, hingga masyarakat sipil – memperkuat komitmen menjaga hutan. Seruan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menargetkan peningkatan tutupan hutan, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada ekosistem hutan.

Dengan menggabungkan nilai spiritual, strategi bisnis, dan kebijakan publik, APHI berharap dapat mendorong transformasi industri kehutanan menuju model yang lebih berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya penting bagi kelestarian hutan Indonesia, tetapi juga bagi kontribusi negara dalam mitigasi perubahan iklim global. Komitmen bersama ini diharapkan dapat mewujudkan hutan yang produktif, lestari, dan mampu mendukung kesejahteraan generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *