Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Juli 2026 | Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 menjadi momentum penting bagi institusi Polri dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam rangkaian perayaan ini, Presiden Prabowo Subianto menerima Medali Kehormatan Keamanan dan Keselamatan atau Loka Praja Samrakshana dari Polri.
Acara penganugerahan medali ini berlangsung di Satlat Korp Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, secara simbolis mengalungkan medali kepada Presiden Prabowo di hadapan para pasukan upacara dan tamu undangan.
Presiden Prabowo menyampaikan pesan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri serta jajaran Polri atas upaya mereka dalam menjalankan tugas di Indonesia. Ia juga memuji kinerja Polri dalam bertugas maupun penetapan kebijakan internal yang kian optimal.
Medali Loka Praja Samrakshana menjadi simbol dedikasi penuh Kepala Negara dalam bersinergi bersama Polri guna menjaga stabilitas keamanan, ketertiban umum, dan keutuhan NKRI. Nama medali ini berasal dari bahasa Sanskerta, di mana kata ‘Loka’ berarti wilayah atau negara, kata ‘Praja’ bermakna rakyat atau masyarakat, dan ‘Samrakshana’ yang bermakna perlindungan atau penjagaan.
Selain Presiden Prabowo, pada Oktober 2024, Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, juga menerima apresiasi serupa sebagai wujud penghargaan atas kontribusi serupa terhadap institusi Polri.
Dalam perayaan HUT Bhayangkara ke-80, Polri juga menggelar peragaan kinerjanya dalam mengamankan masyarakat. Peragaan ini menggambarkan cara-cara Polri ketika melakukan penindakan hukum dan menyelamatkan sandera dari pelaku kejahatan di depan Presiden Prabowo Subianto.
Peragaan dimulai dengan aksi kejar-kejaran mobil antara pelaku kejahatan dengan anggota Polri, diikuti dengan penembakan ke arah petugas, dan ledakan kecil yang terdengar dengan asap mengepul di depan mobil yang berhenti. Kendaraan Taktis Brimob Polri kemudian datang membantu dan pelaku ditangkap.
Perayaan HUT Bhayangkara ke-80 juga diisi dengan kegiatan pemotongan nasi tumpeng di Polsek Mulak Ulu, Lahat, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Danramil 405-09/Kota Agung, Kapten CZI Herry, dan diikuti dengan pemberian ucapan selamat HUT Bhayangkara ke-80 kepada Kapolsek Mulak Ulu dan Kota Agung.
Menjelang HUT Bhayangkara ke-81, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai sebagai arsitek perubahan nyata di tubuh Polri. Ia telah mengusung program PRESISI, sebuah terobosan paradigmatik yang menjadi landasan filosofis dan operasional seluruh gerak institusi kepolisian.
Program PRESISI mencerminkan komitmen Polri terhadap profesionalisme, modernitas, keterbukaan, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Dengan demikian, peringatan HUT Bhayangkara ke-81 menjadi momentum untuk memberikan apresiasi secara mendalam terhadap kemajuan transformasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Kesimpulan dari perayaan HUT Bhayangkara ke-80 dan persiapan HUT Bhayangkara ke-81 menunjukkan bahwa Polri terus berkomitmen untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan NKRI. Dengan dedikasi dan sinergi bersama Kepala Negara dan masyarakat, Polri siap menghadapi tantangan ke depan untuk menjadi lembaga yang lebih profesional dan modern.
