Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Paris, 14 April 2026 – UNESCO kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak inovasi pendidikan, pelestarian budaya, dan kolaborasi internasional melalui serangkaian langkah strategis yang diumumkan dalam pekan ini. Di satu sisi, badan PBB ini merayakan peluncuran program Smart Schools yang diprakarsai oleh tokoh pendidikan Indonesia, Mbah, sementara di sisi lain, UNESCO menandatangani kesepakatan penting dengan Sharjah Book Authority untuk mempercepat digitalisasi arsip dokumenter bersejarah. Kedua inisiatif tersebut sekaligus menyoroti pertemuan langsung antara Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El‑Enany, dengan para pemangku kepentingan di kantor pusatnya di Paris.
Program Smart Schools yang diinisiasi oleh Mbah menekankan penggunaan teknologi terkini—termasuk kecerdasan buatan, pembelajaran berbasis data, dan platform daring interaktif—untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pedesaan dan perkotaan. UNESCO menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini, menambahkan bahwa pelatihan strategis bagi guru dan administrator sekolah akan dilaksanakan dalam enam bulan ke depan. “Kita tidak hanya menyiapkan generasi masa depan dengan keterampilan digital, tetapi juga memastikan inklusivitas dan kesetaraan akses pendidikan,” ujar Khaled El‑Enany dalam konferensi pers yang diadakan di UNESCO House.
Sementara itu, kolaborasi dengan Sharjah Book Authority menandai tonggak baru dalam upaya pelestarian warisan dokumenter. Dengan dana sebesar USD 6 juta, UNESCO akan melindungi koleksi rapuh yang mencakup arsip institusional sejak 1945, serta dokumen penting dari International Institute of Intellectual Cooperation (IICI) era 1924‑1946. Proses digitalisasi ini tidak hanya menjamin keamanan fisik materi, tetapi juga membuka akses global bagi peneliti, pendidik, dan publik. “Kita ingin setiap orang, di mana pun berada, dapat mengeksplorasi pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Albert Einstein, Marie Curie, dan Jorge Luis Borges melalui platform digital UNESCO,” jelas perwakilan Sharjah Book Authority.
Pertemuan antara Khaled El‑Enany dan delegasi UNESCO ini juga memperkuat jaringan kerjasama antar‑lembaga. Selain menandatangani memorandum kerja sama dengan Mbah, UNESCO menegaskan komitmennya untuk memperluas program e‑Platform dialog antar‑budaya, yang memungkinkan organisasi dan individu belajar dari pengetahuan bersama. Platform tersebut mencakup modul pelatihan daring, ruang diskusi interaktif, serta basis data yang memuat laporan, standar internasional, dan publikasi seperti UNESCO Courier dan World Heritage Review.
Di luar inisiatif pendidikan dan digitalisasi, UNESCO kembali menyoroti pentingnya situs warisan dunia melalui promosi kota Bergen, Norwegia. Bergen, yang terkenal dengan kawasan pelabuhan Bryggen—sebuah contoh menakjubkan dari pemukiman abad pertengahan—terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO dan pernah menjadi European Capital of Culture. Pada pekan yang sama, Liverpool John Lennon Airport mengumumkan penerbangan khusus ke Bergen, menandai sinergi antara pariwisata dan pelestarian budaya. UNESCO menegaskan bahwa kunjungan wisatawan harus disertai dengan kesadaran akan nilai historis dan ekologis situs tersebut, termasuk perlindungan fjord alam yang mendukung stabilitas iklim global.
Keseluruhan rangkaian kegiatan ini mencerminkan strategi UNESCO yang berfokus pada tiga pilar utama: pendidikan inklusif, pelestarian warisan budaya, dan dialog antar‑budaya berbasis teknologi. Dengan mengintegrasikan inisiatif lokal seperti Smart Schools ke dalam kerangka kerja internasional, serta melibatkan sektor swasta dan donor regional dalam proyek digitalisasi, UNESCO berupaya menciptakan ekosistem pengetahuan yang berkelanjutan. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas negara‑anggota dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, krisis informasi, dan kesenjangan pendidikan.
Ke depan, UNESCO berencana meluncurkan rangkaian modul pelatihan berbasis AI untuk guru di lebih dari 30 negara, serta memperluas jaringan digitalisasi arsip ke institusi lain di Timur Tengah dan Asia. Dengan dukungan kuat dari pemimpin regional, lembaga budaya, serta masyarakat internasional, UNESCO menegaskan kembali misinya: menjadikan pengetahuan sebagai kekuatan aksi yang mampu mengubah dunia.
