Baterai Kendaraan Listrik: Tren Masa Depan dan Tantangan Pengelolaan Limbah

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 Juni 2026 | Industri baterai kendaraan listrik saat ini tengah mengalami pertumbuhan yang pesat, terutama di Eropa. Permintaan kendaraan listrik berbasis baterai (battery-electric vehicle/BEV) di seluruh Eropa, termasuk Inggris dan negara-negara organisasi perdagangan bebas dan integrasi ekonomi antarpemerintah di Eropa (European Free Trade Association/EFTA) terus meningkat. Pada Mei, kendaraan listrik berhasil menggeser mobil bermesin bensin murni ke posisi ketiga dalam jenis sistem penggerak yang paling banyak diminati, hanya berada di belakang mobil hibrida konvensional.

Merek-merek asal Tiongkok juga ikut mendorong perubahan ini dengan mencatatkan penjualan 121.030 unit di Eropa pada Mei, hampir dua kali lipat dibandingkan Mei 2025 dan untuk pertama kalinya meraih pangsa pasar 10,7 persen. Jika mencakup Inggris, negara-negara EFTA yaitu Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss, serta Uni Eropa, total registrasi mobil baru naik 3,6 persen menjadi 1,15 juta unit pada Mei.

Baca juga:

Di Indonesia, industri baterai kendaraan listrik juga mulai berkembang. Pemerintah Indonesia membuka peluang investasi senilai US$ 121 miliar atau sekitar Rp 2.172 triliun untuk mengembangkan ekosistem manufaktur baterai kendaraan listrik nasional. Indonesia menargetkan dapat menjadi salah satu pemain utama dalam industri baterai kendaraan listrik global pada 2045.

Namun, pertumbuhan industri baterai kendaraan listrik juga menimbulkan tantangan baru, terutama dalam pengelolaan limbah baterai. Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik menghasilkan tantangan terutama peningkatan volume limbah elektronik dan baterai bekas pakai secara global. Indonesia harus lebih mempersiapkan mengenai waste management system, seiring meningkatnya angka mobil elektrik bertenaga baterai dan masa akhir penggunaan baterai.

Atong Soekirman, Deputi Pengembangan Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronika dan Aneka Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan pembangunan industri ekosistem baterai saat ini tidak hanya fokus pada pengembangan, namun juga untuk mengendalikan limbah baterai setelah produksi. Pemerintah Indonesia mulai mendengarkan cara sejumlah negara dalam pengelolaan baterai kendaraan bekas, misalnya dengan Korea Selatan.

Di sisi lain, kebiasaan mengisi daya baterai ponsel di dalam kendaraan roda empat juga memicu mitos bahwa kebiasaan ini dapat memicu kerusakan komponen baterai secara cepat. Penyebab utama yang memicu mitos ini muncul adalah sifat dari arus listrik di dalam mobil yang cenderung tidak stabil dibandingkan listrik rumah. Arus listrik pada kendaraan roda empat diproduksi oleh komponen alternator yang kinerjanya sangat bergantung pada putaran mesin atau rpm.

Saat mesin mobil berakselerasi atau berpindah gigi transmisi, tegangan listrik yang dihasilkan dapat mengalami lonjakan atau penurunan secara mendadak. Fluktuasi tegangan yang tidak konsisten inilah yang berpotensi menyalurkan energi berlebih ke dalam sirkuit pengisian daya ponsel pintar yang sensitif. Namun, faktor utama yang paling menentukan aman atau tidaknya proses pengisian daya di dalam kendaraan sebenarnya terletak pada kualitas adaptor pengisi daya.

Kualitas adaptor pengisi daya menjadi faktor utama; produk murah tanpa sistem proteksi dapat mempercepat kerusakan baterai akibat arus tidak stabil. Suhu panas di dalam kabin mobil memperburuk kondisi baterai, sehingga disarankan memakai adaptor orisinal dan menjauhkan ponsel dari paparan sinar matahari langsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri baterai kendaraan listrik telah berkembang pesat, dengan peningkatan permintaan yang signifikan di seluruh dunia. Namun, pertumbuhan ini juga menimbulkan tantangan baru, terutama dalam pengelolaan limbah baterai. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengembangkan teknologi pengelolaan limbah baterai yang efektif dan efisien, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah baterai yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *