Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Bangkok, 12 April 2026 – Malam yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta futsal di kawasan Asia Tenggara berakhir dengan kepahitan bagi Tim Nasional Futsal Indonesia. Pada laga final ASEAN Futsal Championship 2026 yang digelar di Nonthaburi Hall, Indonesia memulai pertandingan dengan keunggulan lewat gol cepat dari Andres Dwi Persada Putra, namun akhirnya harus menelan kekalahan tipis 1-2 dari tim tuan rumah, Thailand.
Sejak peluit pembuka, Indonesia menunjukkan pola permainan menyerang yang agresif. Guntur Ariwibowo menjadi penggerak utama, menciptakan beberapa peluang berbahaya dan menekan pertahanan Thailand. Namun, kiper Thailand tampil sigap, menggagalkan setiap tembakan yang mengancam. Upaya Indonesia membobol gawang Thailand terhenti ketika pertahanan lawan menutup ruang dengan disiplin.
Gol pertama datang pada menit ke-7. Andres Dwi Persada Putra menerima umpan lurus di dalam kotak penalti, menaklukkan kiper Thailand dengan tembakan yang tepat sudut. Sorakan penonton Indonesia menggema, menandakan harapan besar untuk meraih gelar juara ke-2 berturut-turut setelah keberhasilan pada edisi 2024 melawan Vietnam.
Namun, momentum Indonesia tidak bertahan lama. Thailand, yang merupakan tim berpengalaman dengan 16 gelar ASEAN Futsal, segera merespon. Pada menit ke-15, Itticha Praphaphan memanfaatkan kesalahan kecil dalam pertahanan Indonesia, mengeksekusi tendangan bebas yang meluncur ke sudut atas gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Setelah gol penyeimbang, intensitas pertandingan meningkat. Kedua tim saling menyerang, namun pertahanan masing-masing tetap kokoh. Pada menit ke-28, Thailand berhasil mencetak gol kemenangan lewat Panut Kittipanuwong yang menerima umpan terobosan, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang Indonesia. Skor final menjadi 1-2, menandai kemenangan Thailand dan menempatkan Indonesia sebagai runner-up.
Berikut rangkuman skor dan statistik utama final:
| Tim | Gol | Gol Kartu Kuning | Gol Kartu Merah |
|---|---|---|---|
| Indonesia | 1 | 2 | 0 |
| Thailand | 2 | 1 | 0 |
Keberhasilan Thailand menambah daftar gelar ke-17 mereka dalam kompetisi ini, memperkuat dominasi historis negara tersebut sejak tahun 2001. Sementara itu, Indonesia tetap menjadi tim paling konsisten, berhasil mencapai final dalam tiga edisi terakhir, namun belum mampu mengulang kejayaan 2024.
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, yang lebih memilih untuk tidak diungkapkan namanya dalam laporan ini, menyatakan kepuasan atas performa tim meski hasilnya tidak sesuai harapan. “Kami bangga dengan perjuangan pemain, terutama Andres yang membuka skor lebih dulu. Namun, kami harus belajar mengendalikan tempo dan memperbaiki pertahanan dalam situasi tekanan tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Para pemain pun menunjukkan sikap sportivitas tinggi. Setelah peluit akhir, kapten tim Indonesia, Guntur Ariwibowo, memberikan selamat kepada lawan dengan jabat tangan hangat, menegaskan rasa hormat terhadap kehebatan Thailand.
Keberhasilan Thailand di turnamen ini tidak lepas dari persiapan matang. Tim tersebut menggelar serangkaian laga persahabatan melawan tim-tim kuat Asia sebelum turnamen, serta memanfaatkan dukungan penuh dari federasi futsal mereka. Di sisi lain, Indonesia harus mengatasi jadwal padat dan beberapa cedera pemain kunci selama fase grup, yang memengaruhi performa pada babak final.
Dengan hasil ini, Indonesia akan kembali ke fase persiapan menuju Asian Games 2026, di mana futsal juga menjadi salah satu cabang kompetisi. Timnas berharap dapat memanfaatkan pengalaman di ASEAN Futsal Championship sebagai batu loncatan untuk meraih medali di ajang regional yang lebih bergengsi.
Secara keseluruhan, final ASEAN Futsal Championship 2026 menyuguhkan pertarungan sengit yang menegaskan kualitas futsal di Asia Tenggara. Meskipun Indonesia harus puas sebagai runner-up, perjuangan mereka tetap layak diapresiasi, dan harapan akan kembali merebut gelar juara di masa depan tetap menyala.
