Polisi Malang Ungkap Kronologi Meninggalnya Yai Mim Saat Pemeriksaan, Tiba-Tiba Lemas di Ruang Satreskrim

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Polresta Malang Kota pada Senin (13/4/2026) mengeluarkan keterangan resmi terkait meninggalnya Imam Muslimin, yang lebih dikenal dengan sebutan Yai Mim, saat masih berstatus tahanan. Yai Mim, mantan dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, ditahan sejak 19 Januari 2026 terkait dugaan pencemaran nama baik, pelecehan seksual, dan penyebaran konten pornografi yang dilaporkan oleh tetangganya, Nurul Sahara.

Menurut Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin, pada pagi hari Senin sekitar pukul 08.49 WIB, tim Dokkes (Dokter Kesehatan) Polresta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap Yai Mim. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 110/80 mmHg dan tidak ditemukan kelainan fisik yang mengindikasikan kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan.

Baca juga:

Setelah pemeriksaan rutin, Yai Mim dijadwalkan untuk dipanggil ke ruang Satreskrim Polresta Malang Kota guna memberikan keterangan terkait kasus yang sedang diselidiki. Pada pukul 13.45 WIB, saat Yai Mim sedang dalam perjalanan menuju ruang pemeriksaan, ia tiba-tiba menunjukkan gejala lemas. Menurut keterangan saksi, Yai Mim berhenti, duduk, dan akhirnya terjatuh ke lantai dalam posisi duduk.

Petugas yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan memanggil tim Dokkes untuk penanganan lanjutan. Karena kondisi yang memburuk, Yai Mim dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dalam perjalanan, petugas medis melaporkan bahwa Yai Mim sudah tidak responsif dan dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

Jenazah Yai Mim kini berada di ruang Instalasi Forensik RSSA Malang untuk dilakukan pemeriksaan visum oleh tim forensik. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan. Lukman Shobikin menegaskan bahwa tidak ada kejanggalan yang terlihat pada kondisi Yai Mim sebelum insiden, mengingat hasil pemeriksaan kesehatan pagi hari menunjukkan kondisi stabil.

Yai Mim diketahui mengidap diabetes mellitus, namun tidak ada catatan bahwa gula darahnya berada di luar batas normal pada hari kejadian. Polisi belum menutup kemungkinan faktor medis lain, termasuk komplikasi diabetes, sebagai penyebab kematian. Penyidikan lebih lanjut akan menggabungkan hasil visum, catatan medis, serta keterangan saksi.

Kasus Yai Mim sendiri bermula dari laporan Nurul Sahara, tetangga Yai Mim di Perumahan Kavling Depag III, Kelurahan Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang. Sahara menuduh Yai Mim telah mengirim video asusila kepada beberapa warga, termasuk seorang karyawan bernama A, serta melakukan pelecehan verbal. Selain tuduhan pelecehan seksual, Yai Mim juga dijerat dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Penahanan Yai Mim dilakukan dengan dalil bahwa keberadaannya dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan sekitar. Selama berada di rutan Polresta Malang, Yai Mim ditempatkan di ruang tahanan Satreskrim dan dijamin hak-hak dasar tahanan, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin.

Pihak kepolisian telah menginformasikan kejadian ini kepada keluarga Yai Mim serta kuasa hukumnya. Keluarga menyatakan duka mendalam atas meninggalnya anggota keluarga mereka, sementara kuasa hukum menunggu hasil visum untuk menilai langkah hukum selanjutnya.

Polresta Malang menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan penyelidikan secara transparan dan menyampaikan bahwa segala temuan akan dipublikasikan setelah proses forensik selesai. Sementara itu, masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menghindari spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.

Kasus ini menambah daftar insiden meninggalnya tahanan dalam proses pemeriksaan yang menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur kesehatan dan keamanan di fasilitas kepolisian. Pengawasan internal dan eksternal diharapkan dapat meningkatkan standar penanganan tahanan, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi medis kronis.

Dengan menunggu hasil visum, pihak kepolisian tetap membuka ruang bagi pihak terkait untuk mengajukan pertanyaan dan klarifikasi. Kejadian ini juga menjadi momentum bagi otoritas kesehatan dan keamanan untuk meninjau kembali protokol pemeriksaan kesehatan tahanan guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *