Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada hari Kamis, 18 Juni 2026, dengan penurunan 1,20% atau 74,40 poin ke level 6.191,89. Pelemahan IHSG ini dipicu oleh tekanan pada saham-saham unggulan di Indeks LQ45, seperti saham PT Telkom Indonesia (persero) Tbk (TLKM) yang turun 7,77% ke level Rp2.730, disusul saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang melemah 3,45% ke level Rp560, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. (BBRI) yang turun 2,92% ke level Rp2.990.
Meskipun IHSG lesu, investor asing justru membukukan net buy jumbo Rp2,59 triliun di seluruh pasar pada sesi I perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi buruan utama asing dengan net buy Rp288,87 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) Rp278,65 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) Rp41,21 miliar.
Menjelang pengumuman review MSCI terhadap klasifikasi pasar Indonesia, investor diperkirakan akan cenderung wait and see karena hasil evaluasi dapat memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar Indonesia. MSCI Global Market Accessibility Review akan segera dihelat pada 18 Juni 2026 dan pengumuman diperkirakan rilis sekitar pukul 03.30 WIB pada hari berikutnya setelah waktu CEST, yakni, tanggal 19 Juni 2026.
Analisis IHSG 17 Juni 2026 memperkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave (IV) dari wave 3 dan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya. Adapun penguatan IHSG akan berada di area 6,476 hingga 6,577. Meski begitu, MNC Sekuritas juga mencermati adanya potensi koreksi terhadap IHSG pada area 6,136 hingga 5,594.
Beberapa saham yang menjadi rekomendasi untuk dibeli adalah saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI). ADRO diperkirakan menguat pada level 1,75 persen ke level 2,320 akibat masih adanya dominasi volume pembelian. Sementara itu, BUMI diperkirakan menguat signifikan sebesar 10,19 persen ke level 173, disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian.
Kesimpulan dari IHSG lesu dan investor asing borong saham Rp 2,59 T ini adalah bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatannya, namun perlu diwaspadai adanya potensi koreksi terhadap IHSG. Investor perlu memantau perkembangan IHSG dan melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan investasi.
