Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 April 2026 | Stamford Bridge menjadi saksi sebuah pertandingan yang menegaskan kembali jarak antara pemuncak klasemen dan tim yang berjuang mengamankan posisi menengah. Pada Minggu, 12 April 2026, Manchester City menorehkan kemenangan meyakinkan 3-0 atas tuan rumah Chelsea dalam laga putaran ke-32 Premier League 2025/26. Kemenangan ini tidak hanya menambah poin bagi City, tetapi juga mengurangi selisih dengan pemimpin liga, Arsenal, menjadi hanya enam poin.
Sejak peluit pertama, Pep Guardiola menyiapkan skuadnya dengan formasi agresif, menekan tinggi dan memanfaatkan sayap untuk menciptakan peluang. Di sisi lain, manajer Chelsea, Liam Rossier, menurunkan susunan dengan starting eleven yang mencakup kiper Robert Sánchez, bek Jorrel Hato, Marc Cucurella, serta penyerang muda João Pedro yang dipercaya untuk menambah variasi serangan.
Meski City menguasai penguasaan bola, kesempatan pertama datang dari pihak tuan rumah. Pada menit ke-8, João Pedro menerima umpan dari Pedro Neto dan berusaha menembakkan tembakan ke gawang, namun bola berhasil diblok oleh pertahanan City. Beberapa menit kemudian, João Pedro kembali terlibat dalam serangan, kali ini dengan sundulan yang meleset karena posisi offside. Kesempatan tersebut hampir berubah menjadi gol, namun wasit menegakkan offside, menambah frustrasi bagi lini depan Chelsea.
Poin balik pertandingan terjadi pada paruh pertama. Pada menit ke-16, João Pedro berhasil mengirimkan umpan terobosan kepada Marc Cucurella yang mengeksekusi tembakan ke arah gawang. Namun, cucurannya kembali dibatalkan karena posisi Cucurella berada di luar area offside, memperpanjang masa menegangkan tanpa gol.
Setelah jeda istirahat, City meningkatkan intensitas serangannya. Pada menit ke-51, Rayan Cherki mengirimkan silang akurat ke area penalti, yang dimanfaatkan oleh Nico O’Reilly dengan sundulan kepala, mencetak gol pertama bagi City (1-0). Enam menit kemudian, Marc Guehi menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah menerima umpan terobosan dari Cherki dan menembakkan tembakan keras ke sudut bawah kanan gawang Robert Sánchez.
Di menit ke-68, Jérémy Doku menutup skor menjadi 3-0 setelah berhasil merebut bola di dalam kotak penalti dan menembak dengan kaki kiri yang tak dapat dijangkau Sánchez. Gol ketiga ini menegaskan dominasi City dan menutup peluang Chelsea untuk kembali ke papan skor.
Sementara João Pedro tidak mencetak gol, penampilannya tetap menjadi sorotan. Ia masuk pada menit ke-81 sebagai pengganti Liam Delap, namun hanya memiliki waktu singkat untuk mencoba mengubah alur pertandingan. Meskipun beberapa tendangan mengarah ke tiang gawang, ia tidak mampu mengatasi pertahanan City yang solid dan kiper Robert Sánchez yang tampil impresif.
Berikut ringkasan statistik utama pertandingan:
| Statistik | Chelsea | Manchester City |
|---|---|---|
| Goles | 0 | 3 |
| Penguasaan Bola | 42% | 58% |
| Tembakan ke Gawang | 6 | 12 |
| Kartu Kuning | 2 | 1 |
| Corner | 7 | 10 |
Kemenangan ini menambah poin City menjadi 64 dari 31 laga, sementara Arsenal berada di atas dengan 70 poin dari 32 pertandingan. Chelsea tetap berada di peringkat keenam dengan 48 poin, berada empat poin di belakang Liverpool yang menempati posisi kelima.
Selain dampak pada klasemen, pertandingan ini juga menjadi panggung bagi beberapa momen unik. Seorang suporter City terekam mengolok-olok Arsenal dengan minum dari botol berlabel merah yang menampilkan logo rival, menambah bumbu drama di antara para pendukung.
Kesimpulannya, meskipun João Pedro menunjukkan kegigihan dan beberapa peluang berbahaya, ketidaktepatan eksekusi serta pertahanan City yang terorganisir membuat Chelsea harus menelan kekalahan telak. Kemenangan City tidak hanya memperkuat posisi mereka dalam perebutan gelar, tetapi juga menambah tekanan pada Arsenal yang harus menjaga konsistensi untuk mempertahankan puncak klasemen. Bagi Chelsea, pertandingan ini menjadi peringatan bahwa konsistensi dan penyelesaian akhir masih menjadi kunci untuk kembali bersaing di puncak liga.
