Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Juni 2026 | Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi telah memberikan dampak langsung terhadap biaya operasional kendaraan masyarakat. Harga Pertamax (RON 92) telah naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Biaya pengisian tangki penuh sejumlah mobil keluarga populer di Indonesia kini meningkat signifikan. Untuk Toyota Veloz Hybrid yang memiliki kapasitas tangki 43 liter, biaya pengisian penuh mencapai Rp698.750. Biaya yang lebih tinggi harus dikeluarkan pemilik Mitsubishi Xpander dan Suzuki Ertiga Hybrid, yang memiliki kapasitas tangki 45 liter sehingga membutuhkan dana sekitar Rp731.250 untuk mengisi penuh tangki menggunakan Pertamax.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata, mengatakan bahwa harga Pertamax memang harus menyesuaikan dengan harga minyak dunia. Jika tidak dilakukan maka akan menimbulkan beban fiskal bagi APBN. Bonti juga mengatakan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menghitung potensi tambahan anggaran subsidi akibat perpindahan konsumen atau shifting dari bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite. Namun, menurutnya, pergeseran konsumsi itu kemungkinan besar tidak memakan porsi yang dominan.
Stok Pertalite di sejumlah SPBU di Jakarta Timur dan Jawa Barat habis diserbu pembeli setelah kenaikan harga Pertamax. Antrean panjang pun terjadi di SPBU di sejumlah wilayah. Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green sejak 10 Juni kemarin mengejutkan masyarakat.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini akan menekan perekonomian masyarakat, terutama kelas menengah. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan pelayanan usai harga Pertamax naik. Masyarakat harus mendapat kepuasan setelah membayar lebih besar untuk bahan bakar.
Dalam kesimpulan, kenaikan harga Pertamax telah memberikan dampak signifikan terhadap biaya operasional kendaraan dan perekonomian masyarakat. Pemerintah perlu meningkatkan pelayanan dan mengantisipasi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite.
