Gempa Padang: Dampak dan Upaya Pemulihan di Sumatera Barat

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Juni 2026 | Gempa bumi dengan magnitudo 4,6 mengguncang Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin, 8 Juni 2026. Gempa ini terjadi pada pukul 13.39 WIB dan dirasakan di beberapa wilayah sekitar pusat gempa, termasuk Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini terjadi akibat adanya aktivitas di zona subduksi. Pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 0,88 LS dan 100,25 BT, dengan kedalaman 68 kilometer.

Baca juga:

Gempa ini dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI, yang artinya getaran gempa dirasakan secara nyata di dalam rumah oleh banyak orang. Meskipun guncangan dirasakan cukup nyata, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, di bidang pariwisata, Gubernur Bali Wayan Koster mendorong promosi pariwisata dua arah dengan Saint Petersburg, Rusia. Koster mengapresiasi meningkatnya jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Bali dan berharap hubungan antara Bali dan Saint Petersburg dapat diperkuat.

Di bidang pertanian, pemerintah terus mempercepat pemulihan lahan pertanian dan penguatan ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pemulihan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di daerah terdampak.

Pemerintah telah mengalokasikan bantuan lebih dari Rp 1 triliun untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak. Anggaran itu digunakan untuk perbaikan infrastruktur pertanian sekaligus penyediaan berbagai sarana produksi bagi petani.

Dalam upaya pemulihan, Gerakan Matahati Peduli Kesehatan Mata bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) meluncurkan program bakti sosial operasi katarak bagi 1.010 mata di berbagai wilayah Indonesia. Program ini digelar sebagai bagian dari peringatan 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana, sosok pengusaha nasional sekaligus filantropis yang dikenal aktif dalam isu kesehatan mata, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Di akhir, upaya pemulihan dan penguatan ketahanan pangan berkelanjutan di Sumatera Barat dan wilayah lainnya perlu dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat terus meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *