Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 Juli 2026 | Gelombang tinggi telah menjadi ancaman serius bagi perairan Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tentang gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Menurut BMKG, gelombang tinggi dipicu oleh kondisi angin yang cukup kuat di berbagai wilayah Indonesia. Situasi ini diperkirakan dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan meningkatkan risiko kecelakaan di laut apabila tidak diantisipasi dengan baik.
BMKG memprediksi bahwa gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Adapun wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25-2,5 meter meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Laut Natuna Utara, dan lain-lain.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang yang lebih tinggi, yakni berkisar 2,5-4 meter, di beberapa wilayah perairan. Kecepatan angin tertinggi terpantau berada di Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama para nelayan yang beraktivitas dengan transportasi laut. Mereka diharapkan untuk tidak mengabaikan informasi cuaca yang disampaikan BMKG sebelum memutuskan berangkat melaut.
Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana, Bali, sempat ditutup selama 90 menit karena angin kencang dan gelombang tinggi. Penutupan ini berlangsung mulai pukul 14.30 hingga 16.00 Wita. Penyebab penutupan penyeberangan sementara tersebut karena angin kencang serta gelombang tinggi sekitar 3 meter.
Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, menekankan bahwa cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai gelombang tinggi di Selat Bali patut diwaspadai. Sebab, cuaca kerap berubah secara drastis dan tak menentu.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau seluruh pengguna transportasi laut untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca maritim sebelum berlayar serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di lapangan.
Dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan pelayaran dan pengguna jasa. Dengan begitu, perjalanan tetap dapat berlangsung aman tanpa mengurangi pengalaman menikmati keindahan perairan Indonesia.
