Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 31 Mei 2026 | Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memiliki visi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan stadion di Jakarta. Ia berencana untuk mencontoh sistem pengelolaan Stadion San Siro di Milan, Italia. Menurut Rano, pengelolaan stadion modern tidak hanya berfokus pada pertandingan sepak bola, tetapi juga mampu mengoptimalkan berbagai kegiatan lain yang menghasilkan pendapatan.
Rano mengatakan bahwa salah satu aspek yang ingin dipelajari dari San Siro adalah pemanfaatan stadion untuk berbagai kegiatan non-olahraga, seperti konser musik, pertunjukan seni, dan acara bisnis. Ia percaya bahwa dengan mencontoh sistem pengelolaan San Siro, Jakarta dapat meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kualitas kegiatan di stadion.
Selain itu, Rano juga menyoroti sistem penjadwalan San Siro yang dinilai tertata dengan baik. Menurut dia, setiap acara yang akan digelar di stadion tersebut harus dipesan jauh-jauh hari sehingga tidak terjadi benturan jadwal. Ia menilai bahwa sistem serupa perlu diterapkan di Jakarta International Stadium (JIS) agar penggunaan stadion lebih terencana dan tidak lagi terjadi perpindahan lokasi acara karena jadwal yang penuh.
Rano juga menyinggung tentang rivalitas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung yang kerap menimbulkan gesekan antar kedua suporter. Ia berharap bahwa dengan mencontoh sistem pengelolaan San Siro, Jakarta dapat meningkatkan kualitas kegiatan sepak bola dan mengurangi konflik antar suporter.
Di samping itu, Rano juga memperhatikan masalah infrastruktur di Jakarta, termasuk pipa PAM Jaya yang telah berusia 100 tahun. Ia khawatir bahwa pipa yang telah berusia tua tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan bahkan sinkhole di beberapa titik di Jakarta.
Rano berharap bahwa dengan meningkatkan kualitas pengelolaan stadion dan infrastruktur, Jakarta dapat meningkatkan kualitas hidup warganya dan meningkatkan pendapatan daerah.
Kesimpulan, Rano Karno memiliki visi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan stadion dan infrastruktur di Jakarta. Ia berencana untuk mencontoh sistem pengelolaan San Siro dan meningkatkan kualitas kegiatan di stadion, serta mengurangi konflik antar suporter. Dengan demikian, Jakarta dapat meningkatkan kualitas hidup warganya dan meningkatkan pendapatan daerah.
