Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 Mei 2026 | Pesawat siluman telah menjadi salah satu teknologi militer yang paling canggih dan bergengsi di abad ke-21. Dengan kemampuan untuk terbang tanpa terdeteksi oleh radar, pesawat siluman dapat melakukan misi pengintaian dan serangan tanpa terdeteksi. Namun, pengembangan dan penggunaan pesawat siluman juga menimbulkan tantangan dan peluang bagi industri pertahanan.
Baru-baru ini, Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat tak berawak AS menggunakan sistem pertahanan udara baru yang dikembangkan secara lokal. Sistem ini, yang disebut Arash-e Kamangir, diklaim memiliki kemampuan deteksi siluman dan dapat menangkis serangan udara. Meskipun klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen, namun menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan kemampuan untuk menangkis serangan AS dan Israel.
Sementara itu, Indonesia juga sedang berupaya untuk mengembangkan kemandirian industri pertahanan. Dengan proyek jet tempur KF-21 Boramae/IF-21 yang dikembangkan bersama Korea Selatan, Indonesia berharap dapat memiliki kekuatan udara yang lebih kuat dan modern. Jet tempur ini diklasifikasikan sebagai pesawat generasi 4.5 dengan kemampuan semi-siluman, dan dirancang untuk menjadi tulang punggung pertahanan udara masa depan.
Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya kemandirian industri pertahanan untuk menjaga kedaulatan NKRI. Dengan mengutip pemikiran Vegetius, Prabowo menyatakan bahwa “Si vis pacem, para bellum” atau “jika kamu ingin damai, siaplah untuk berperang”. Namun, Prabowo juga menilai bahwa perang itu destruktif dan harus dihindari, tetapi Indonesia harus mempersiapkannya.
Dalam konteks ini, pengembangan pesawat siluman dan kemandirian industri pertahanan menjadi sangat penting. Dengan memiliki kekuatan udara yang kuat dan modern, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan pertahanan dan menjaga kedaulatan NKRI. Namun, tantangan dan peluang yang timbul dari pengembangan dan penggunaan pesawat siluman juga harus diatasi dengan bijak.
Untuk itu, Indonesia perlu memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain, terutama dalam hal teknologi dan pengembangan industri pertahanan. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan pertahanan dan menjaga kedaulatan NKRI, serta mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dan peluang yang timbul dari pengembangan dan penggunaan pesawat siluman.
